Logo Header Antaranews Kepri

Harga Pangan di Batam Cenderung Turun

Kamis, 25 Juni 2015 18:37 WIB
Image Print
OP tetap akan dilakukan. Begitu ada permintaan dan kecenderungan harga naik, kami akan lakukan OP untuk mengendalikan harga sekaligus membantu masyarakat. Jadi waktunya tidak ditentukan

Batam (Antara Kepri) - Harga berbagai kebutuhan pangan di Kota Batam Kepulauan Riau cenderung turun, memasuki pekan kedua Ramadhan, berdasarkan hasil inspeksi mendadak yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Kamis.

"Harga relatif turun hampir di semua kebutuhan pokok," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral Batam Amsakar Achmad.

Dalam sidak, diketahui harga sayur-mayur turun. Misalnya saja, bayam turun dari Rp34.000 per kg menjadi Rp30.000 per kg dan kacang panjang turun dari Rp20.000 per kg, menjadi Rp18.000 per kg.

Kemudian harga telur ayam turun dari Rp31.000 per papan menjadi Rp27.000 papan, cabai merah dari Rp48.000 per kg menjadi Rp35.000 per kg dan ayam turun dari Rp36.000 per kg menjadi Rp34.000 per kg.

Ia menduga, harga kebutuhan pangan turun karena pasokan yang relatif banyak dan permintaan yang normal.

Selain itu, operasi pasar yang dilakukan Pemkot Batam juga dipercaya mampu menekan harga di pasar.

"Karena ada OP, maka masyarakat tidak membeli ke pasar, sehingga permintaan barang tidak meningkat. Dan harga pun relatif turun," kata Amsakar.

Meski kini harga kebutuhan pangan turun, namun, Disperindag ESDM tetap mengantisipasi kenaikan harga, terutama pada dua pekan menjelang Lebaran.

Disperindag ESDM juga tetap akan melakukan operasi pasar.

"OP tetap akan dilakukan. Begitu ada permintaan dan kecenderungan harga naik, kami akan lakukan OP untuk mengendalikan harga sekaligus membantu masyarakat. Jadi waktunya tidak ditentukan," kata dia.

Sementara itu, data yang dikumpulkan TPID dalam sidak bertolak belakang dengan hasil survei Badan Pusat Statistik, beberapa hari sebelumnya. BPS menyebutkan 30 komoditas barang mengalami kenaikan harga, termasuk sayur, telur dan ayam.

Namun, Amsakar enggan menyebut data yang dihimpun BPS salah. Ia pun menyangkal pedagang yang ditemui di pasar-pasar telah berbohong mengenai kenaikan harga barang.

"Saya tidak melihat indikasi ke arah itu. Untuk apa mereka bohong, karena kami hanya menanyakan harga," kata Amsakar.

Di tempat yang sama, perwakilan dari BPS Batam, Mangaputua Gultom menyatakan berdasarkan survei yang dilakukan, 30 komoditas mengalami kenaikan harga, terutama untuk barang tidak di dalam kemasan, di antaranya beras, daging ayam ras, ikan-ikanan, gula merah, mentega bumbu-bumbuan.

Sementara itu, Deputi Bank Indonesia Kepri Rino Triyanto mengatakan harga kebutuhan pangan relatif masih bisa dikendalikan. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026