
Tim 10 DPP Golkar Bahas Pilkada Kepri

Belum diputuskan. Ini Tim 10 DPP Golkar dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie masih membahasnya
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Tim 10 DPP Partai Golkar saat ini masih membahas siapa figur yang diusung pada Pilkada Kepulauan Riau, termasuk di wilayah dan daerah lainnya yang menyelenggarakan pesta demokrasi serentak pada 9 Desember 2015.
"Belum diputuskan. Ini Tim 10 DPP Golkar dari kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie masih membahasnya," kata Ketua DPD Partai Golkar Kepri kubu Agung Laksono, Huzrin Hood, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Sabtu.
Huzrin mengaku saat ini berada di Jakarta untuk mengikuti perkembangan dari pembahasan tim tersebut. Kemungkinan nanti sore tim tersebut sudah memutuskan siapa figur yang diusung Golkar pada pilkada serentak.
Huzrin merupakan salah seorang kader Golkar yang masuk dalam bursa penjaringan bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Selain dia, Golkar juga menjaring HM Sani sebagai bakal Calon Gubernur, dan Nurdin Basirun sebagai bakal Calon Wakil Gubernur.
Sementara Ismeth Abdullah yang digadang-gadangkan akan berpasangan dengan Huzrin tidak memiliki peluang untuk mendapat dukungan dari Golkar. Hal itu disebabkan Ismeth yang pernah menjabat sebagai Gubernur Kepri, tidak mendaftar di Golkar sebagai Calon Gubernur Kepri.
"Saya masih berpeluang, tetapi Ismeth tidak," katanya.
Huzrin berharap Golkar mengusungnya. Golkar berhasil mendapatkan delapan kursi pada Pemilu Legislatif 2014. Sementara untuk menjadi peserta pilkada, Huzrin harus diusung partai yang minimal mendapatkan sembilan kursi.
Karena itu, selain berharap dukungan dari Golkar, dia juga masih melakukan komunikasi politik secara intensif dengan pengurus Partai Amanat Nasional yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD Kepri.
"Partai-partai lain sudah diambil pasangan calon lain," ujarnya.
Huzrin tidak dapat memastikan apakah dapat menjadi peserta pilkada atau tidak. Peta politik terhadap pencalonannya tergambar sore ini.
"Kami masih menunggu keputusan dari Golkar dan PAN," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
