
Rudenim Pusat Tanjungpinang Hampir Penuh

Jumlah tersebut termasuk deteni yang ditangkap karena melakukan 'illegal fishing' berjumlah 40 orang
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang hampir penuh disebabkan jumlah deteni mencapai 483 orang, sementara kapasitas Rudenim terbesar di Indonesia itu hanya 400-500 orang.
"Sampai 600 deteni pun bisa, hanya saja kondisinya sudah tidak nyaman," kata Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Surya Pranata, Selasa.
Menurutnya, banyaknya deteni di Rudenim tersebut mengungsi dikarenakan negara asal mereka dalam kondisi tidak aman. Sehingga para deteni mencari negara yang lebih aman dan maju, seperti Amerika Serikat, Jerman, Selandia Baru dan Australia.
Dari data, jumlah deteni yang ditampung Rudenim Pusat Tanjungpinang untuk Agustus 2015 sebanyak 483 orang, terdiri dari 5 wanita dan 478 pria.
Sementara, berdasarkan status kewarganegaraan, deteni asal Afganistan mendominasi sebanyak 335 orang, diikuti Somalia sebanyak 51 orang, Myanmar 38 orang dan Sudan 24 orang, Rohingnya 14 orang, Pakistan 7 orang.
Selanjutnya dari Irak 5 orang, Palestina 2 orang, Thailand 1 orang dan Srilanka 2 orang. Kemudian dari Iran, Eritera, Bangladesh dan Kamboja masing-masing 1 orang.
"Jumlah tersebut termasuk deteni yang ditangkap karena melakukan 'illegal fishing' berjumlah 40 orang," ujarnya.
Saat ini, sekitar 118 deteni sudah berstatus refugee atau pengungsi, dan segera dipindahkan ke negara yang bersedia menerimanya. Sementara sisanya menunggu konfirmasi dari badan urusan pengungsi PBB, UNHCR. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Saud MC
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
