
Batam Libatkan Warga Pulau Bangun Jalan

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, bersama Kementerian Tenaga Kerja melibatkan puluhan warga pulau penyangga sebagai pekerja dalam pembangunan jalan di pesisir untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus membangun infrastruktur pulau.
"Tujuan kegiatan padat karya ini adalah untuk mempekerjakan masyarakat sekitar," kata Kepala Bidang Pelatihan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Yubahar di sela-sela peresmian pekerjaan padat karya di Batam, Jumat.
Salah satunya pembangunan jalan yang melibatkan warga sebagai pekerja adalah di Pulau Karas Kecamatan Galang. Pemerintah melakukan semenisasi jalan sepanjang 300 meter di pulau itu.
Semenisasi jalan dilakukan oleh 68 orang warga sekitar yang diberikan upah oleh pemerintah Rp65 ribu per hari untuk pekerja biasa dan Rp70 ribu per hari untuk mandor. "Anggaran yang disiapkan Rp200 juta dari APBN," kata dia.
Selain Pulau Karas, pembangunan padat karya dengan memberdayakan warga sekitar juga dilaksanakan di Pulau Panjang Kecamatan Bulang.
Pulau Karas dan Pulau Panjang dipilih berdasarkan masukan masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan program itu sangat baik diterapkan, karena selain memberikan kesempatan kepada warga untuk bekerja, juga demi meningkatkan infrastruktur daerah.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan gotong royong masyarakat lewat kegiatan itu, karena dapat langsung dinikmati masyarakat," katanya.
Jalan hasil kegiatan program padat karya itu juga bisa dirasakan masyarakat untuk mempermudah akses jalan.
"Berbagai kegiatan ini harus didukung dan diperbanyak. Harapannya, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Sementara itu, warga Pulau Karas, Matsyah menyatakan terbantu dengan program itu. Masyarakat menjadi mempunyai pekerjaan dan menikmati peningkatan infrastruktur.
"Walau Pulau Karas sudah sering dibantu namun rasanya masih kurang. Kami masih butuh bantuan pemerintah," katanya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
