Logo Header Antaranews Kepri

Rumah Tangga Warga Kundur Manfaatkan Air Parit

Kamis, 3 September 2015 04:15 WIB
Image Print
Sudah hampir empat bulan tidak hujan, dan kami mulai mengambil air parit sejak beberapa minggu ini

Karimun (Antara Kepri) - Rumah tangga warga Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, sejak beberapa waktu silam memanfaatkan air parit, sebab sumur-sumur mengering akibat musim kemarau panjang.

"Setiap sore setelah pulang sekolah, saya ke parit tidak jauh dari rumah. Saya bawa jeriken dengan gerobak, mengambil air parit untuk dipakai di rumah," kata seorang pelajar, Wandi di Parit Jepun, Kecamatan Kundur, Rabu.

Wandi mengaku kini sering mandi di parit berair jernih, karena sumur di rumahnya kering akibat kemarau melanda daerah tersebut sejak empat bulan terakhir.

"Lumayan 'capek' om, pulang mendorong gerobak dan jeriken air, tubuh keringatan tapi saya mandi lagi sesampainya di rumah," ucapnya.

Ia mengatakan membawa empat sampai lima jeriken yang sudah diisi air dengan gerobak dorong. "Kadang bolak-balik beberapa kali agar air di rumah banyak, dan bisa dipakai ibu untuk mandi dan mencuci," ucapnya.

Warga lain Sumarni mengatakan pemenuhan kebutuhan akan air bersih di rumahnya juga diperoleh dari parit.

"Suami yang ambil air di parit, airnya jernih kok dan bisa dipakai mandi dan mencuci, kadang satu hari mengambil air di sana sampai dua kali, pagi dan sore," kata dia.

Ia menuturkan sebagian besar sumur warga mulai kekeringan akibat hujan tidak mengguyur daerah itu. Bahkan parit-parit yang biasanya penuh air, kini mulai surut karena sering diambil warga.

"Sudah hampir empat bulan tidak hujan, dan kami mulai mengambil air parit sejak beberapa minggu ini," ucapnya.

Warga di Pulau Kundur yang terdiri dari tiga kecamatan, Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara, mulai memanfaatkan air parit untuk kebutuhan air bersih di rumah.

Warga memanfaatkan berbagai macam sarana untuk membawa air dari parit yang melintasi pemukiman, mulai gerobak dorong, sepeda motor, mobil hingga disangga dengan bahu.

"Air dari PDAM tidak jalan, sehingga kami memanfaatkan air parit untuk mandi," kata Sumarnii.

Syarif, juga warga Pulau Kundur mengatakan, beberapa daerah di Kundur memang mengandalkan parit ketika musim kemarau.

"Kami sudah menggali sumur agar lebih dalam, tapi air tidak banyak yang keluar, mau tak mau kami ambil air dari parit saja," kata dia. (Antara)


Editor: A Jo Seng Bie



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026