
Gubernur Kepri Minta BPPT Buat Hujan Buatan

Ini untuk cuci-cuci saja dan mandi orang dewasa, dari pada tidak ada air. Sedangkan untuk minum, masak dan mandi kami beli air galon kemasan
Batam (Antara Kepri) - Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana menyurati Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar bersedia merancang hujan buatan di Pulau Batam dan Pulau Bintan demi menangani krisis air bersih.
"Kami minta BPPT mengalokasikan tiga sampai empat kali penerbangan ke Tanjungpinang, untuk membuat hujan buatan," kata Agung Mulyana di Batam, Selasa.
Ia yakin, BPPT akan memenuhi permintaannya, karena saat ini pesawat itu sudah berada di Pekanbaru yang lokasinya relatif dekat dengan Batam dan Bintan.
"Mampir sedikit saja, saya rasa beliau mau, karena jaraknya dekat," kata dia.
Hujan buatan di Kepri bisa menggunakan dua strategi, yaitu dengan garam atau es kering, jelasnya.
Kemudian, petugas memantau potensi pertumbuhan awan menggunakan satelit. Bila sudah ada, maka garam atau es kering ditaburkan ke atasnya demi merangsang terjadinya hujan.
Ia meyakinkan pemerintah akan mengerahkan berbagai cara untuk menangani krisis air di Kepri.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kepri, Cahya meminta pemerintah segera turun tangan menyelesaikan krisis air.
Cahya mengatakan krisis air sudah mulai dirasakan pengusaha menengah ke bawah, terutama yang menggunakan bahan utama air.
"Kalau ada solusinya, pengusaha harus lakukan itu. Pengusaha kecil sudah teriak-teriak," kata dia.
Sementara itu, debit air di sejumlah waduk di Pulau Batam terus mengering, hingga perusahaan air bersih Adhya Tirta Batam terpaksa memberlakukan distribusi air bergilir atau rationing.
Puluhan warga Kecamatan Sekupang, terpaksa menggunakan air parit untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK).
"Ini untuk cuci-cuci saja dan mandi orang dewasa, dari pada tidak ada air. Sedangkan untuk minum, masak dan mandi kami beli air galon kemasan," kata warga Tiban.
Agus mengaku nyaris putus asa mencari air bersih, semenjak perusahaan air bersih Adhya Tirta Batam memberlakukan distribusi air bergilir di Kecamatan Sekupang, 1 September 2015. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
