Logo Header Antaranews Kepri

Batam Rencanakan OP untuk Stabilitas Harga Beras

Senin, 26 Oktober 2015 19:53 WIB
Image Print
Karena beras kelas menengah yang biasa beredar itu beras impor, sekarang impor sudah berhenti

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, berencana melaksanakan operasi pasar untuk menyetabilkan harga beras yang melambung di pasar sejak satu bulan terakhir.

"Ada wacana untuk operasi pasar, nanti kami komunikasikan lagi," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan usai melakukan inspeksi mendadak di dua gudang beras di Batam, Senin.

Harga beras terus melambung setelah pemerintah menghentikan aktivitas impor beras ilegal ke kota itu.

Pemerintah kota menyiapkan dua opsi untuk mengintervensi harga beras di pasaran, yaitu operasi pasar dengan subsidi dan fasilitator operasi pasar bagi distributor.

Pemerintah masih menghitung kecukupan anggaran untuk melakukan operasi pasar dengan menyubsidi harga beras.

"Opsi lain, menjadi fasilitator untuk OP, yang dijual dalam OP beras punya distributor," kata dia.

Pemerintah hanya menyiapkan tempat di setiap kecamatan, lalu distributor yang menjual langsung ke masyarakat. Dengan demikian, biaya distribusi bisa dipotong.

"Sehingga yang dijual harga distributor, bukan harga toko," katanya.

Akan tetapi, katanya, cara itu masih sebagai wacana.

"Tapi ini masih wacana, akan segera diterapkan, tapi waktunya belum tahu," kata Dahlan.

Di tempat yang sama, Asisten II Ekonomi Pembangunan Kota Batam Gintoyono Batong memastikan distributor bersedia membantu pemerintah mengadakan operasi pasar.

"Mereka bersedia," kata dia.

Dengan menjadi fasilitator bagi distributor, maka akan memotong mata rantai perdagangan beras, dan harganya pun akan turun.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Rudi Sakyakirti menyatakan harga beras kualitas menengah naik hingga sekitar 30 persen, dari Rp7.000 per kilogram menjadi Rp8.000 per kilogram.

"Karena beras kelas menengah yang biasa beredar itu beras impor, sekarang impor sudah berhenti," kata dia.

Disperindag sudah meminta distributor memasok beras dari dalam negeri untuk memastikan kecukupan beras di kota.

"Tapi kendalanya, distribusi dari Jakarta lebih lama," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026