Logo Header Antaranews Kepri

Wisata Layar Butuh Perhatian Serius Daerah

Jumat, 6 November 2015 14:43 WIB
Image Print
Salah satu dari 25 buah perahu layar milik peserta sail 2 Indonesia, labuh jangkar di perairan Penuba, Kecamatan Selayar Kabupaten Lingga, Sabtu (31/10). (Foto: Ardhi)

Lingga (Antara Kepri) - Tiga titik labuh wisata layar di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau dinilai belum menghadirkan tingkat kenyamanan bagi para wisata layar yang berlabuh di lokasi tersebut. Oleh karena itu butuh perhatian serius dari pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah belum serius mendukung ini. Seharusnya daerah bisa menangkap misi dari wisata layar ini," kata Raymond, salah seorang perwakilan dari Kementerian Pariwisata yang bersama rombongan peserta perahu layar di event sail 2 Indonesia, menyinggahi 2 dari 3 lokasi titik labuh di Lingga.

Sejumlah infrastruktur penunjang wisata layar, salah satunya pelabuhan wisata, sampai saat ini belum terdapat di tiga titik labuh rute sail Indonesia itu.

Menurutnya, pemerintah daerah kurang serius mendukung usaha Kementrian Pariwisata menghidupkan wisata layar di Indonesia.

"Sejak beberapa tahun terakhir, kita telah melaksanakan kegiatan dan membuka distenasi wisata layar di Kepri. Diantaranya, membuka destinasi di wilayah Lingga, seperti Penuba kecamatan Selayar, Benan kecamatan Senayang dan di wilayah Tanjung Pinang. Sedangkan untuk distenasi dunia, tahun ini kita membuka distenasi wisata layar di wilayah Natuna dan Anambas," terangnya.

Namun, selama beberapa kali event sail yang di gelar di Indonesia dan melibatkan titik labuh di Kepri khususnya Lingga, belum tampak ada pembenahan secara serius yang di usahakan pemerintah daerah setempat, terutama infrastruktur penunjang kenyamanan wisatawan.

"Pada intinya, pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan wisatawan, dan menangkap misi menghidupkan destinasi wisata itu," kata dia.

Secara potensi yang dimiliki Lingga, cukup potensial sebagai lokasi titik labuh wisata layar. Terlebih lagi, posisi Lingga sebagai daerah yang dilintasi jalur Equator. Tapi untuk menyajikan potensi tersebut sebagai titik wisata, dibutuhkan keseriusan pemerintah.

Raymond menekankan, empat hal yang dibutuhkan daerah saat ini yakni, kebijakan, infrastruktur, promisi dan SDM.

"Empat hal yang perlu di perhatikan pemerintah untuk menangkap misi wisata layar ini, diantaranya Kebijakan Daerah, Infrasteuktur, promosi, dan SDM," tutupnya. (Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026