Logo Header Antaranews Kepri

Gubernur: Siswa Kepri Rawan Terpengaruh Gerakan ISIS

Sabtu, 7 November 2015 20:13 WIB
Image Print
Di Kepri kosong pembinaan remaja, ini berbahaya. Keadaan seperti ini berbahaya

Batam (Antara Kepri) - Penjabat Gubernur Kepulauan Riau Agung Mulyana menyatakan siswa SMP dan SMA di provinsi itu rawan terpengaruh gerakan ISIS, karena sedikitnya pembinaan kepada remaja yang dilakukan pemerintah dan pihak terkait.

"Di Kepri kosong pembinaan remaja, ini berbahaya. Keadaan seperti ini berbahaya," kata Gubernur di Batam, Kepri, Sabtu.

Sayangnya ia menyatakan tidak mampu menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk remaja, mengingat keterbatasan anggaran akibat defisit APBD.

Menurut dia, anak muda lebih rentan terpengaruh gerakan ISIS ketimbang orang dewasa yang penuh dengan pertimbangan.

"Saya percaya, orang dewasa otaknya panjang. Adek-adek SMA, rentan segala macam," kata Agung Mulyana di Batam, Kepri, Sabtu.

Ia meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian lebih pada anak SMA, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan Yang menyibukkan.

"Bahaya sekali kalau sampai dicekoki," kata dia.

Mengenai seorang direktur Badan Pengusahaan Kawasan Batam, DDW, yang dipastikan BNPT bergabung dalam ISIS, ia enggan berkomentar banyak.

Ia juga belum menerima laporan langsung dari BNPT dan Kesbangpolinmas mengenai penyebaran gerakan ISIS di lingkungan pemerintah provinsi, termasuk di BP Kawasan Batam.

Namun, ia optimis, penyebaran gerakan ISIS di kalangan pemerintah tidak terlalu masif, karena orang dewasa memiliki akal yang panjang dalam mencerna informasi.

Sebelumnya, BNPT memastikan Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Investasi BP Kawasan Batam, DDW, terlibat dalam gerakan ISIS.

BP Kawasan Batam juga sudah mengembalikan status kepegawaian DDW kepada Kementerian Perhubungan sebab yang bersangkutan sejak September mangkir tanpa kabar.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Investasi, BP Kawasan Batam, DDW, dilaporkan mangkir dari tugasnya sejak September 2015 setelah pada Agustus mengambil cuti.

Purnomo menyatakan tidak tahu keberadaan DDW sejak izin cuti beberapa bulan lalu. BP Kawasan sudah menyurati DDW agar segera masuk kerja, namun tidak ada tanggapan.

"Belum masuk kembali setelah cuti dan sudah diperingatkan melalui surat," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026