
Warga Batam Swadaya Bangun Sekolah

Kami juga berterima kasih pada toko bangunan yang telah memberikan pinjaman material. Sampai saat ini kami masih berutang dan belum dilunasi
Batam (Antara Kepri) - Warga Kecamatan Sekupang Kota Batam Kepulauan Riau membangun sekolah dasar secara swadaya dengan meminta sumbangan dari berbagai pihak karena pemerintah belum menganggarkan pembangunan sekolah.
Ketua Panitia Pembangunan SDN 013 Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, Syahril, di Batam, Kamis, menyatakan warga terpaksa mengumpulkan sumbangan agar anaknya dapat bersekolah di lokasi yang dekat dengan permukiman.
"Pemerintah berjanji akan membantu pembangunan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kota Batam 2016," katanya.
Warga berhasil mengumpulkan dana Rp38 juta dari sumbangan masyarakat sekitar, tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan dan anggota DPRD.
Beberapa pihak juga mengirimkan sumbangan material bangunan seperti semen dan lainnya, sehingga pembangunan sekolah bisa dipercepat.
"Kami juga berterima kasih pada toko bangunan yang telah memberikan pinjaman material. Sampai saat ini kami masih berutang dan belum dilunasi," kata dia.
Warga memperkirakan pembangunan SD itu membutuhkan totaldana Rp148 juta.
SDN 013 Tanjung Riau menempati lahan fasilitas sosial di sebuah perumahan. Pihak pengembang menghibahkan lahan Fasos seluas 5.000 meter persegi, sesuai dengan UU.
Sampai saat ini, warga berhasil membangun empat kelas di sekolah itu.
Sebelum sekolah dibangun, sebanyak 75 orang siswa kelas I belajar di rumah milik Ketua RW setempat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Rudi menyambut baik perhatian masyarakat terhadap pendidikan dengan membangun sekolah melalui swadaya dan sumbangan masyarakat.
Ia meyakinkan pemerintah akan menganggarkan pembangunan sekolah itu pada APBD 2016.
"Pembangunan sekolah di Kota Batam yang dibiayai APBD didesain dalam tiga lantai," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
