Logo Header Antaranews Kepri

PLN Batam Kembali Berlakukan Pemadaman Bergilir

Kamis, 3 Desember 2015 22:59 WIB
Image Print
Gangguan tersebut merupakan gangguan vital yang memerlukan tindakan preventif dan harus segera diperbaiki mengingat PLTU Tanjung Kasam merupakan backbone sistem di Batam sementara ini

Batam (Antara Kepri) - PT Pelayanan Listrik Nasional Bright Batam kembali memberlakukan pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada unit 2 Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjungkasam.

"Gangguan tersebut merupakan gangguan vital yang memerlukan tindakan preventif dan harus segera diperbaiki mengingat PLTU Tanjung Kasam merupakan backbone sistem di Batam sementara ini," kata Corporate Communication Bright PLN Batam Rudi Antono di Batam Kepulauan Riau, Kamis.

Ia memperkirakan waktu pemadaman bergilir sekira tiga jam per periode tiap pelanggan.

Pemadaman diharapkan hanya berlangsung selama dua hari mulai Jumat (4/11). Meskipun waktu yang dibutuhkan untk memperbaiki gangguan PLTU selama tiga hari. "Kami upayakan tidak ada pemadaman hari Minggu," kata dia.

Sementara itu, selain memperbaiki PLTU Tanjungkasam, anak perusahaan PLN Persero itu juga berupaya untuk menghidupkan PLTG Tanjunguncang, demi memasok daya tambahan demi meminimalkan pemadaman bergilir.

"Sekarang PLTG Tanjung Uncang sedang uji coba. Kalau bisa segera bekerja, akan menambah pasokan kelistrikan 35 MW, dari total daya 190 MW. Di sana ada PLTG dan PLTGU," kata dia.

Selain Batam, gangguan listrik diperkirakan juga akan dialami Kota Tanjungpinang, karena aliran listrik di kota itu masih dipasok dari Batam melalui interkoneksi Batam-Bintan.

"Di Tanjungpinang juga pengaruh. Tapi sebenarnya bisa diatasi dengan pembangkit mereka sendiri yang ada di Tanjung Uban. Mereka bisa aktifkan itu, tinggal mereka atur operasionalnya," katanya menjelaskan.

Sementara jadwal pemadaman bergilir tiap daerah diumumkan melalui situs resmi www.plnbatam.com atau dengan menghubungi layanan telepon 123 melalui telepon rumah dan 0778123 melalui telepon seluler. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026