
Empat Kapal Perintis Batam Beroperasi Awal 2016

Semuanya kapal baru, sudah selesai dibuat dan dioperasionalkan tahun depan
Batam (Antara Kepri) - Empat kapal perintis yang akan melayari pulau-pulau penyangga di Kota Batam Kepulauan Riau akan mulai beroperasi pada awal 2016, menggunakan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat.
"Semuanya kapal baru, sudah selesai dibuat dan dioperasionalkan tahun depan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri di Batam, Selasa.
Empat kapal dengan kapasitas 40 orang itu dinamai sesuai dengan nama-nama pulau di Kota Batam, di antaranya Seri Jaloh dan Seri Lengkang.
Pemerintah sudah menyusun dua rute untuk empat kapal itu, yaitu dua kapal dengan rute yaitu Pulau Jaloh-Pulau Selat Nenek-Pulau Temoyong- Pulau Selayar-Pulai Air-Pulau Buluh-Sagulung dan dua kapal lainnya melayani rute Pulau Jaloh-Pulau Pecung dan sekitarnya-Pylau Kasu-Pulau Sarang-Pulau Belakangpadang.
Kapal akan beroperasi rutin setiap hari, demi memenuhi kebutuhan warga yang tinggal di pulau-pulau.
Ia mengatakan meskipun operasional kapal menggunakan DAK, namun penumpang tetap dikenakan bayaran. Hanya sebagian saja yang disubsidi.
Sayang, Zulhendri belum memastikan tarif yang akan dikenakan untuk tiap penumpang. Namun, ia memastikan akan lebih terjangkau ketimbang warga menyewa kapal kayu.
Sementara itu, warga Pulau Belakangpadang, Ermi berharap pemerintah segera mengoperasikan kapal perintis untuk memperlancar konektivitas antar pulau.
"Selama ini, pelayaran reguler masih sangat terbatas. Yang banyak baru Belakangpadang-Batam. Padahal yang dibutuhkan warga bukan cuma Belakangpadang-Batam saja," kata dia.
Apalagi, banyak pelajar yang harus belajar ke pulau lain, sehingga dibutuhkan kapal reguler yang aman untuk anak sekolah.
"Tidak semua pulau ada sekolahnya. Seperti saya dulu sekolah, banyak kawan yang dari pulau lain datang tiap hari ke sekolah menumpang kapal kayu. Kalau hari cerah, tidak apa. Tapi kalau hari hujan, kasihan kawan-kawan," kata dia.
"Belum lagi kalau ombak besar, banyak pelajar yang dilarang orang tuanya pergi ke sekolah, takut," kata Ermi melanjutkan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
