
Batam Prioritaskan Operasional Kapal Perintis

Belanja yang berhubungan dengan pelayanan untuk masyarakat umum tidak akan dipotong, termasuk operasional kapal
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau memprioritaskan pendanaan operasional kapal perintis yang melayani pelayaran antarpulau penyangga di kota itu, meskipun APBD Kota Batam mengalami defisit.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri di Batam, Kamis, memastikan alokasi dana untuk operasional kapal perintis tidak akan dipotong.
"Belanja yang berhubungan dengan pelayanan untuk masyarakat umum tidak akan dipotong, termasuk operasional kapal," kata Zulhendri.
Ia mengatakan empat kapal perintis dengan kapasitas 40 orang penumpang itu sudah mulai beroperasi sejak awal Januari 2015, sesuai dengan rencana.
Empat kapal itu, di antaranya Seri Jaloh dan Seri Lengkang kini melayari dua rute pelayaran, yaitu dua kapal dengan rute yaitu Pulau Jaloh-Pulau Selat Nenek-Pulau Temoyong-Pulau Selayar-Pulai Air-Pulau Buluh-Sagulung dan dua kapal lainnya melayani rute Pulau Jaloh-Pulau Pecung dan sekitarnya-Pylau Kasu-Pulau Sarang-Pulau Belakangpadang.
Kapal beroperasi rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang tinggal di pulau-pulau, katanya.
Sementara itu, warga Pulau Belakangpadang, Ermi mengatakan pelayaran kapal perintis dibutuhkan untuk memperlancar konektivitas antar pulau.
Apalagi, banyak pelajar yang harus belajar ke pulau lain, sehingga dibutuhkan kapal reguler yang aman untuk anak sekolah.
"Tidak semua pulau ada sekolahnya. Seperti saya dulu sekolah, banyak kawan yang dari pulau lain datang tiap hari ke sekolah menumpang kapal kayu. Kalau hari cerah, tidak apa. Tapi kalau hari hujan, kasihan kawan-kawan," kata dia.
"Belum lagi kalau ombak besar, banyak pelajar yang dilarang orang tuanya pergi ke sekolah, takut," kata Ermi melanjutkan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
