Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri Minta Perbankan-Pegadaian Pasang Kamera Pengintai

Jumat, 12 Februari 2016 19:03 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Polda Kepri meminta seluruh perbankan dan pegadaian agar memasang kamera pengintai (CCTv) dalam dan luar ruangan dengan jangkuan hingga 300 meter agar polisi mudah melacak dari rekaman jika terjadi kejahatan.

"CCTv dalam dan luar ruangan juga harus beroperasi dengan baik, Jadi jika terjadi tindak kejahatan bisa diputar untuk memberikan petunjuk pada kepolisian," kata Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepri Kombes Pol Yusri Yunus di Batam, Jumat.

Menurut Yusri, pihaknya telah menandatangani kerjasama pengamanan Objek Vital dengan perbankan dan pegadaian Wilayah Kepri di Batam.

"Selain itu, pemasangan CCTv juga untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi para nasabah dan karyawan dari perbankan dan pegadaian di Kepri," kata dia.

Dengan peningkatan pengamanan dan pemasangan CCTv, kata dia, maka diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, pegadaian, dan kepolisian akan semakin meningkat.

Yusri juga berpesan apabila di lapangan ada anggota-anggota yang melaksanakan Pam Objek Vital Perbankan maupun Pegadaian melakukan tindakan diluar ketentuan agar segera dilaporkan.

"Jika ada yang datang terlambat, pulang mendahului, atau tidak datang melaksanakan pengamanan sama sekali agar segera di sampaikan kepada saya selaku pengemban Dir Pam Obvit. Ini lah yang dinamakan sinergi yang baik antara input dan output guna keamanan dan kenyamanan kita bersama," kata Yusri.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono juga berpesan agar masyarakat senantiasa waspada dan menjaga keamanan diri termasuk saat bertransaksi di perbankan maupun pegadaian agar tidak menjadi target kejahatan.

Hal tersebut penting mengingat akhir-akhir ini banyak kasus kejahatan pecah kaca kendaraan yang diketahui menyimpan banyak uang dan benda berharga.

"Hal tersebut harus diantisipasi, jangan sampai meninggalkan barang berharga di mobil. Apabila membawa uang dengan jumlah besar agar meminta pengawalan petugas," kata Hartono. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026