
Bupati Karimun Resmikan Panen Perdana Jagung Percontohan

Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Kepulauan Riau, Aunur Rafiq meresmikan panen perdana proyek percontohan tanaman jagung di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Selasa.
"Hasilnya sangat bagus. Pemerintah daerah mendorong proyek percontohan ini dilanjutkan sehingga desa ini mampu menjadi penghasil jagung, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan lokal," kata Bupati Aunur Rafiq di sela-sela peresmian panen perdana tersebut di Karimun, Selasa.
Menurut Bupati, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan melaksanakan proyek percontohan tersebut karena lahan di desa tersebut sangat cocok untuk tanaman jagung.
Untuk tahap awal, penanaman komoditas tersebut dilakukan pada lahan petani setempat dengan luas dua hektare.
Lahan tersebut, lanjutnya, digemburkan selama dua bulan sebelum penanaman. Pemerintah daerah memotivasi para petani untuk terus mengembangkan tanaman jagung.
Dia mengakui para petani dihadapkan pada keterbatasan sarana prasarana, seperti traktor untuk penggemburan maupun keterbatasan pupuk maupun bahan baku tanaman.
Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah daerah baru bisa mengadakan bibit padi untuk lahan seluas 20 hektare garapan para petani Desa Teluk Radang.
"Kami harap para petani bersabar. Pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan anggaran, namun tahun 2017 kami akan anggarkan pengadaan pupuk untuk pengembangan komoditas ini," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Karimun Amran Syahidid menjelaskan, total lahan yang direncanakan untuk penanaman jagung di Teluk Radang sekitar 13 hektare.
Amran mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkab Pelalawan untuk pengelolaan pertanian jagung maupun padi di Pulau Kundur, termasuk Desa Teluk Radang
"Daerah ini memang kita proyeksikan sebagai sentra pertanian. Padi dan jagung merupakan dua komoditas yang cocok dikembangkan di sini. Untuk padi, luas lahan yang sudah digarap sekitar 20 hektare dan masih ada 50 hektare lagi yang akan kita tanami dengan padi," ucapnya.
Peresmian panen perdana jagung percontohan tersebut diisi dengan dialog dengan para petani. Seorang petani, dalam dialog tersebut mengaku dihadapkan pada keterbatasan peralatan bercocok tanam sehingga hasil panen belum maksimal.
"Peralatan cukup mahal, kami menggarap lahan sekemampuan kami meski tidak didukung peralatan yang memadai," kata petani tersebut. (Antara)
Editor: F.C Kuen
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
