Logo Header Antaranews Kepri

Lambat Ditangani Pohon Timpa Rumah

Senin, 29 Februari 2016 23:33 WIB
Image Print
Rumah warga yang ditimpa pohon. (antarakepri.com/Saud)
Pemerintah seharusnya lebih peka terhadap masyarakatnya, terutama permasalahan yang menyangkut keselamatan warga.

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Lambatnya penanganan pohon yang berpotensi tumbang di Hutan Lindung Tanjungpinang, mengakibatkan satu rumah warga RT 5 RW 1 Kelurahan Tanjungpinang Timur, rubuh tertimpa pohon.

"Kami sudah lapor ke pihak kelurahan 2015 lalu, tapi belum juga ada tindak lanjut, sampai sekarang akhirnya tumbang juga pohonnya," kata warga setempat Iskandar, Senin.

Meski tidak sampai menelan korban, perihal ini diharapkan tidak terjadi lagi. Mengingat pemerintah seharusnya lebih peka terhadap masyarakatnya, terutama permasalahan yang menyangkut keselamatan warga.

Sementara itu, pihak Dinas Kelautan Perikanan Pertanian Kehutanan dan Energi (KP2KE) Kota Tanjungpinang yang dikonfirmasi Antara terkait kejadian tersebut juga mengaku belum mendapatkan laporan dari pihak kelurahan setempat.

"Warga juga bisa langsung melapor ke kami, agar kami tindak lanjuti segera," kata Kabid Kehutanan KP2KE Kota Tanjungpinang, Syukri.

Terkait musibah tumbangnya pohon akasia yang disebabkan angin tersebut, Sukri mengaku telah mengerahkan petugas untuk langsung turun ke lokasi kejadian untuk membersihkan lokasi.

Mengingat rumah tersebut berada persis di batas Hutan Lindung, Syukri berharap masyarakat dapat langsung melapor ke KP2KE agar segera di pangkas. Hal ini mengingat, pohon yang masuk dalam hutan lindung tak boleh langsung dieksekusi oleh masyarakat.

"Sebenarnya, posisi rumah di kawasan hutan lindung harus berjarak 2-4 meter dari batas hutan, sementara pada kenyataannya sangat rapat sekali dengan batas hutan," ucapnya.

Terkait kerugian yang dialami warga, Syukri mendapatkan informasi bahwasanya Pemko Tanjungpinang melalui Kelurahan Tanjungpinang Timur, akan memberikan bantuan.

Sementara itu pihak kelurahan terkait belum berhasil di konfirmasi. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026