Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam Utamakan Pelabaran Jalan

Rabu, 6 April 2016 00:39 WIB
Image Print
Sama dengan jalan yang di Nagoya, di Batam Center juga sekaligus dibangun drainase dan pedestrian. Tapi tidak pakai tembok penahan, karena tidak perlu

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengutamakan pelebaran jalan di jalur-jalur padat demi mengurai kemacetan, sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo untuk menomorsatukan pembangunan infrastruktur.

"Kami utamakan pembangunan infrastruktur sesuai dengan nawacita Presiden," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Selasa.

Jalan-jalan di Kota Batam dibangun dengan lajur yang terbatas, sehingga setiap waktu berangkat, pulang kerja dan jam makan siang, jalan-jalan dipadati kendaraan.

Bila pemerintah tidak segera mencari solusi, kata Rudi, maka kemacetan mengancam Batam.

Namun, untuk melebarkan jalan, Pemkot terkendala lahan, karena tanah Batam dikelola Badan Pengusahaan Kawasan Batam sebagai pemegang hak alokasi lahan.

Rudi meminta BP Kawasan Batam untuk mengubah pengalokasian sebagian lahan penghijauan menjadi lahan untuk jalan.

"Kami meminta lahan penghijauan diubah," kata dia.

Ia percaya BP Kawasan Batam bersedia mengubah alokasi lahan penghijauan menjadi untuk pelebaran jalan, demi kesejahteraan rakyat.

"Pemkot dan BP Batam ada karena untuk menejahterakan masyarakat," kata dia.

Saat ini, pembenahan Kawasan Jodoh-Nagoya sudah nyaris selesai. Pelebaran jalan sudah selesai sampai Hotel I, cerita Rudi.

Pemerintah akan meneruskan pelebaran jalan, bahkan hingga Kantor BP Kawasan Batam dan jalan-jalan rawan macet lainnya.

"Tapi anggaran kami terbatas, sehingga pembangunan jalan dilakukan bertahap," kata Wali Kota yang baru dilantik pada 14 Maret 2016 itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur mengatakan tahun ini akan melebarkan dua jalan protokol yakni Jalan Sriwijaya di Nagoya dan Jalan Engku Putri di Batam Center dalam program pembenahan Jodoh-Nagoya untuk mengurai kemacetan di kota itu.

Di Nagoya, jalan yang akan diperlebar sepanjang 800 meter dari Simpang Martabak Har sampai Pelita, dua lajur menjadi tiga lajur untuk masing-masing jalur dengan anggaran sekitar Rp12 miliar.

Selain pelebaran dan pengaspalan, anggaran sebesar itu juga digunakan untuk membangun tembok penahan, drainase dan pedestrian.

Di Batam Center, jalan yang diperlebar sepanjang 1,5 km, mulai dari Simpang BNI hingga Bundaran Madani, juga dari dua lajur menjadi tiga lajur untuk masing-masing jalur.

"Sama dengan jalan yang di Nagoya, di Batam Center juga sekaligus dibangun drainase dan pedestrian. Tapi tidak pakai tembok penahan, karena tidak perlu," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026