
BPS Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi

Namun kami yakin dalam sensus tahun 2016 ini akan meningkat sekitar 30 persen. Hal itu kita lihat seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kepri
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Badan Pusat Statistik menjamin kerahasiaan data hasil Sensus Ekonomi 1-31 Mei 2016 sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir data tersebut bocor dan digunakan untuk kepentingan pihak tertentu.
"Kami jamin seluruh data masyarakat yang disurvei petugas tidak bocor," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin saat meresmikan Kantor BPS Kepri, di Tanjungpinang, Selasa.
Dia juga mengatakan data yang diperoleh dari pengusaha juga tidak akan diserahkan kepada Ditjen Pajak. Data tersebut hanya digunakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.
Pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh, selain sektor pertanian akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi nonpertanian, sekaligus informasi dasar dan karakteristiknya.
Selain itu, kata dia, dari survei itu akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, khususnya Kepri, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha.
"Setiap keputusan harus diambil berdasarkan informasi yang akurat," ucapnya.
Sementara Kepala BPS Kepri Dumagar Hutahuruk mengatakan sebanyak 100.001 perusahaan di Kepri akan didata. Data tersebut diperoleh dari hasil Sensus Ekonomi 2006.
"Namun kami yakin dalam sensus tahun 2016 ini akan meningkat sekitar 30 persen. Hal itu kita lihat seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kepri," ujarnya.
Sementara Plt Sekretaris Daerah Kepulauan Riau (Sekda Kepri) Reni Yusneli mengatakan data hasil Sensus Ekonomi 2016 menjadi referensi bagi pemerintah daerah dan pusat, karena itu data yang disajikan harus akurat.
"Kerja sama antara Pemprov Kepri dengan BPS harus ditingkatkan. Kami berharap data-data yang terbaru," ujarnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
