Logo Header Antaranews Kepri

Pengusaha Singapura Tertarik Kembangkan TI di Batam

Senin, 25 April 2016 18:49 WIB
Image Print
Calon-calon investor dari Singapura, kebanyakan di bidang TI mau bikin bisnis data center karena pasarnya di Singapura

Batam (Antara Kepri) - Sejumlah pengusaha asal Singapura tertarik mengembangkan bisnis teknologi informatika (TI) di Kota Batam Kepulauan Riau, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Batam, Senin.

"Calon-calon investor dari Singapura, kebanyakan di bidang TI mau bikin bisnis data center karena pasarnya di Singapura," kata Menteri.

Pengusaha asal Singapura memilih Batam sebagai lokasi pengembangan bisnis karena lokasinya yang berdekatan dengan Negara Singa itu.

Meski dibangun di Batam, kata Menteri, namun layanan center itu tidak hanya untuk melayani kebutuhan Batam, melainkan juga untuk Singapura.

"Mereka membangunnya di Batam, tapi layanannya tidak hanya untuk Batam tentunya. Terutama bila Data Center jadi, ya untuk Singapura dan Batam," kata Menteri.

Bagi pengusaha Singapura, membangun usaha di TI di Batam sangat bagus, karena gaji sumber daya manusia di negara itu sangat tinggi.

"Bukan kita mau dibayar murah, tapi kita punya banyak SDM. Di sini di tempat Pak Kris (Kinema), itu pasarnya juga bukan untuk Batam. Tapi sumber daya manusianya tetap SDM Indonesia. Ini juga kita coba aplikasikan untuk IT," kata Menteri.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam, Hatanto mengatakan pemerintah sudah memberikan berbagai kemudahan untuk pengusaha.

Ia mengatakan, dalam pertemuan itu, pengusaha Singapura lebih banyak mempertanyakan permasalahan tenaga kerja.

"Yang penting urusan post prod, manusia. Bagaimana mendatangkan tenaga kerja. Kalau tidak cukup, mendatangkan dari luar negeri," kata dia.

Ada beberapa opsi mendatangkan tenaga kerja ke Batam, kata dia, bisa saja orang Singapura ke Batam, atau dikerjakan di Singapura.

"Opsinya terbuka. IT dikerjakan di sana juga bisa," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026