
BMKG Batam Minta Pilot Cermati Perubahan Cuaca

Saat pesawat mengalami turbulensi itu sama dengan keadaan seseorang yang naik mobil dan melewati gundukan. Bisa saja karena tekanan udara naik turun saat pembentukan awan atau faktor lain
Batam (Antara Kepri) - Badan Meteorilogi Klimatlogi dan Geofisika Hang Nadim Batam meminta pilot untuk selalu mencermati perubahan cuaca sekiar jalur penerbangan untuk menghindari turbulensi yang bisa menimbulkan cidera.
"Potensi turbulensi pesawat terbang sekitar Kepri tetap ada. Namun tidak akan sampai melukai penumpang seperti terjadi pada dua pesawat baru-baru ini," kata Kepala BMKG Kelas 1 Hang Nadim Batam Philip Mustamu di Batam, Rabu.
Ia mengatakan pada dasarnya turbulensi terjadi disebabkan oleh angin, badai, jet stream, daerah dekat pegunungan dan faktor-faktor lainnya dan sangat umum terjadi dalam dunia penerbangan.
"Saat pesawat mengalami turbulensi itu sama dengan keadaan seseorang yang naik mobil dan melewati gundukan. Bisa saja karena tekanan udara naik turun saat pembentukan awan atau faktor lain," kata dia.
Ia mengatkan kondisi saat ini pada wilayah udara Kepri memang tidak banyak pertumbuhan awan kumulonimbus, namun demikian potensi terjadinya turbulensi tetap ada.
"Karena ada berbagai faktor, jadi kemungkinan itu ada. Makanya pilot harus memperhatikan cuaca sekiar rute yang dilewati agar terhindar dari turbulensi terlebih yang bisa menimbulkan cidera," kata dia.
Philip mengatakan angin yang mengalir pada pesawat yang sedang terbang itu diibaratkan seperti aliran sungai atau disebut disebut dengan jet stream. Kemudian angin ini bercampur dengan udara yang bergerak lambat, akhirnya menyebabkan percampuran udara cepat dan lambat yang menimbulkan guncangan.
"Pada umumnya pilot mengetahui kondisi cuaca yang ada di jalur penerbangannya meski itu masih jauh di depan. Hal ini dibantu dengan laporan cuaca sebelum penerbangan, radar kokpit dan juga laporan dari pesawat lain yang melintasi daerah tersebut. Jadi bisa dihindari agar tidak terlalu keras guncangannya," kata Philip.
Kemungkinan terjadinya turbulensi yang sulit diprediksi adalah saat cuaca cerah tanpa ada awan besar atau Clear Air Turbulence (CAT).
"Jika turbulensi lain bisa diprediksi dengan memperhatikan radar maupun melihat kondisi cuaca, CAT merupakan turbulensi yang terjadi di saat langit cerah tak ada awan sehingga radar cuaca tidak dapat memprediksi bahwa kondisi tersebut bisa memicu turbulensi," kata dia.
CAT dapat dikatakan jenis turbulensi paling berbahaya karena kondisinya tidak dapat diprediksi. Saat pesawat tiba-tiba mengalami Clear Air Turbulence tidak ada waktu bagi awak pesawat memperingatkan penumpang kembali ke kursi dan mengenakan sabuk keselamatan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
