
Harga Daging Sapi Lingga Tembus 120 Ribu

Tidak bisa kita bagikan gratis, karena memang untuk mengambil kesananya itu kita butuh biaya. Tapi harganya jauh lebih murah lah
Lingga (Antara Kepri) - Harga daging sapi di Kabupaten Lingga menembus Rp120.000 per kilogram di awal Bulan Puasa 2016.
Tekad kita menurunkan harga daging sapi hingga Rp80.000 per kilogram, sulit terwujud, kata Kasi Perdagangan Dalam Negeri Desperindakop Lingga, Raswin.
"Harga daging sapi di pasar Lingga berkisar di Rp 120.000 per kilonya. Begitu juga harga di Jakarta. Saya rasa Pemda tidak bisa memaksakan hukum pasar. Secara nasional pun begitu," kata dia di Dabosingkep, Rabu.
Sama halnya dengan harga gula yang diharapakan dapat betahan di harga Rp12.500 per kilo, menurutnya, juga tidak mungkin dapat dicapai.
"Untuk gula, saya rasa tidak bisa juga, sistem ekonomi yang kita ini adalah ekonomi demokrasi, berdasarkan Pancasila. Berbeda dengan ekonomi kapitalis ataupun persaingan bebas," tuturnya.
Menurutnya, kalau pola ekonomi yang dipakai di Indonesia, bentuknya persaingan bebas atau kapitalis, maka negara mampu mengatur harga pasar.
"Kalau di Indonesia, pasar yang mengatur harga, itu sudah hukum pasar," terangnya.
Sementara itu terkait upaya Disperindakop Lingga menekan lonjakan harga bahan pokok di awal Ramadhan, kata Raswin, pemda telah mengupayakan beras dan gula hibah. Cara ini cukup efektif untuk menekan lonjakan harga beras dan gula dipasaran.
"Kami telah jejaki ke Provinsi, untuk hibah beras dan gula tangkapan Beacukai periode kedua, pada bulan Ramadhan ini Insya Allah akan kami bagikan," ungkapnya.
Hanya saja, kata dia, untuk beras dan gula hibah tersebut, pihaknya tidak bisa memberikannya secara gratis kepada masyarakat.
"Tidak bisa kita bagikan gratis, karena memang untuk mengambil kesananya itu kita butuh biaya. Tapi harganya jauh lebih murah lah," tutupnya. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Ardhi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
