
Batam dapat Kuota Daging Impor 215 Ton

Memang sedikit, tapi bisa minta tambah ke Pemerintah Pusat, dikasih kok
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah pusat mengalokasikan kuota daging impor sebanyak 215 ton untuk Kota Batam Kepulauan Riau, demi memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah.
"Ada tiga importir yang mendapatkan kuota," kata Direktur Humas dan Promosi Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas Batam Purnomo Andi Antono di Batam, Rabu.
Ia menjelaskan tiga importir yang mendapatkan jatah impor masing-masing PT Kharisma Kartika sebanyak 85 ton, PT Dewi Kartika Internasional sebanyak 60 ton dan Batam Frozen sebanyak 70 ton.
Namun, Purnomo Andi Antono belum memastikan kapan daging impor itu tiba di Batam.
Ia juga belum memastikan izin impor kebutuhan pangan lainnya, seperti yang pernah diminta Pemkot Batam.
Terpisah, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Suhartini mengatakan kuota impor yang di dapat Batam nisbi sedikit.
"Memang sedikit, tapi bisa minta tambah ke Pemerintah Pusat, dikasih kok," ucap Suhartini.
Sementara untuk daging segar, ia mengatakan setiap hari rumah potong hewan memotong sekira lima ekor sapi untuk kebutuhan warga.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyerahkan kuota impor kepada BP Kawasan Batam, yang berwenang menangani impor.
Sebelumnya, Pemkot Batam bersama Pemprov Kepri sepakat mengajukan usulan pembukaan kran impor bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan warga kota, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad impor Sembako perlu dilakukan demi memastikan ketersediaan barang dan juga untuk menekan harga yang kini mulai melambung.
Ada sejumlah barang yang perlu diimpor antara lain gula, beras, bawang merah dan tepung terigu.
"Empat komoditas ini penting, harapan kami terutamanya gula. Komoditas yang cukup menjadi perhatian adalah gula. Harga komoditas ini naik cukup signifikan. Sementara kebutuhannya tinggi, terutama menjelang Idul Fitri," tutur dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
