
Gubernur: Pantai Ranggam Cocok untuk Pelabuhan Internasional

Pesisir Pantai Ranggam berhadapan dengan Selat Malaka cocok untuk pelabuhan internasional. Saya sudah memikirkan untuk memindahkan pelabuhan internasional di Taman Bunga ke sana
Karimun (Antara Kepri) - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan kawasan pesisir Pantai Ranggam di Teluk Uma Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun cocok untuk lokasi pembangunan pelabuhan internasional.
"Pesisir Pantai Ranggam berhadapan dengan Selat Malaka cocok untuk pelabuhan internasional. Saya sudah memikirkan untuk memindahkan pelabuhan internasional di Taman Bunga ke sana," kata dia di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Nurdin mengatakan, pelabuhan internasional di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun sudah tidak layak dijadikan lalu lintas penumpang dari dan ke negara jiran, Singapura dan Malaysia.
Pelabuhan internasional yang bersebelahan dengan pelabuhan domestik tersebut, sempit sementara jumlah penumpang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di kabupaten dengan dua ratusan pulau.
Bangunan pelabuhan internasional berdiri di tepi laut di atas tiang-tiang penyangga, sementara ruang tunggunya juga kecil.
Pelabuhan yang dikelola PT Pelindo I dan BUP Karimun itu di bagian depannya ditutupi bangunan Hotel Taman Bunga, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Mapolsek Tanjung Balai Karimun.
"Kondisi pelabuhan seperti itu tidak sehebohnya jargon poros maritim yang dicanangkan pemerintah pusat. Kepri ini daerah maritim dengan pelabuhan sebagai pintu masuk yang seharusnya lebih representatif," ucapnya.
Nurdin yang mantan pelaut memaparkan, pesisir pantai Ranggam masih lapang dengan kondisi arus relatif memudahkan aktivitas pelayaran kapal penumpang reguler.
"Pinggir pantainya kita pasang batu pemecah gelombang sehingga kapal bisa sandar dengan aman," ucap Nurdin yang mantan Bupati Karimun dua periode.
Sementara, kata dia lagi, Pelabuhan Taman Bunga yang berhadapan dengan rumah dinas bupati memiliki persoalan tersendiri yang selama ini menjadi tantangan bagi nakhoda ketika hendak menyandarkan kapal ke dermaga atau ponton.
Posisi pelabuhan tersebut berhadapan dengan jalur arus angin musim selatan yang rentang waktunya lebih lama dibandingkan musim angin barat.
Nakhoda, menurut dia, mengalami tekanan angin musim selatan saat menyandarkan kapal ke ponton.
"Nakhoda harus sedikit bekerja keras dan ektra hati-hati karena tekanan angin musim selatan, saat menyandarkan kapal," ucapnya.
Pemerintah provinsi, lanjut dia, siap menyediakan anggaran pendamping untuk pembangunan pelabuhan internasional baru di Ranggam, Tebing.
Dengan pemindahan pelabuhan internasional ke kawasan itu, dia mengatakan pusat perekonomian Karimun bisa menyebar, tidak hanya terpaku di kota lama, Tanjung Balai Karimun.
"Ini yang saya bahas. Kalau pengelola tidak mamp, saya bisa carikan pihak swasta sebagai mitra kerja sama. Asal serius, saya yakin bisa terlaksana," ujarnya.
Kepala Seksi Lalulintas Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Tanjung Balai Karimun M Yusuf mengatakan pemindahan pelabuhan internasional selaras dengan Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkup Kepentingan (DLKp) KSOP.
Yusuf mengatakan, pelabuhan internasional dan domestik di Taman Bunga tidak memiliki wajah yang dapat ditunjukkan kepada warga asing.
"Dari depan, pelabuhan internasional dan domestik tertutup bangunan hotel. Kami mengapresiasi pemikiran Gubernur untuk memindahkannya. Kami mendukung wacana itu," ucapnya.
Pelabuhan internasional diapit pelabuhan domestik dan pelabuhan kargo yang dikelola PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun. Pelabuhan itu semakin dengan areal parkir yang juga sempit.
Bupati Karimun Aunur Rafiq sebelumnya juga memutuskan relokasi Pelabuhan kargo Taman Bunga ke Pelabuhan Parit Rempak Kecamatan Meral, dengan catatan BUP selaku pengelola Pelabuhan Kargo Parit Rempak memperbaiki dan meningkatkan kapasitas dermaga, dalam tempo tiga bulan.
PT Pelindo I Cabang Tanjung Balai Karimun merencanakan akan memperluas areal pelabuhan internasional ke dermaga pelabuhan kargo setelah aktivitas bongkar muat dipindah ke Pelabuhan Kargo dan Roro Parit Rempak. (Antara)
Editor: M Yusuf
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
