
BI: Waspadai Peredaran Uang Palsu

Belum, belum kami temukan uang palsu yang beredar, namun menjelang Lebaran tetap harus waspada
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Bank Indonesia mengingatkan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau untuk mewaspadai peredaran uang palsu terutama menjelang Idulfitri.
Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan transaksi dengan menggunakan rupiah menjelang Lebaran 2016 diprediksi meningkat tajam, sehingga dikhawatirkan kondisi itu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Indikasi penyebaran uang palsu dapat terjadi karena ada peluang," katanya lagi.
Dia mengatakan sejak awal Ramadan hingga saat ini belum ditemukan peredaran uang palsu di Kepri.
Namun masyarakat tetap harus mewaspadainya, dengan melihat dan meraba keaslian uang tersebut.
BI dan berbagai elemen masyarakat sudah berulangkali memberi pemahaman terkait ciri-ciri uang asli.
Jika ada warga menemukakan uang palsu, diharapkan melaporkan kepada pihak yang berwajib jika mendapat informasi dan data terkait peredaran uang palsu.
"Belum, belum kami temukan uang palsu yang beredar, namun menjelang Lebaran tetap harus waspada," katanya lagi.
Terkait kesiapan BI dalam menghadapi permintaan penukaran uang menjelang lebaran ini, Gusti mengatakan sejak awal sudah mengantisipasinya.
BI sudah mempersiapkan uang pecahan dengan nominal kecil hingga besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan Idulfitri.
"Di Tanjungpinang kami sudah tunjuk Bank Mandiri sebagai koordinator, di Karimun ada Bank BNI. Jumlah uang yang kami prediksi beredar di Kepri berkisar Rp5,5 triliun," ujarnya pula. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Niko Panama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
