
Cuaca Buruk Bupati Karimun Batal Bersafari Ramadhan

Kondisi cuaca di laut tidak memungkinkan. Selain diingatkan syahbandar, nakhoda kapal yang akan membawa rombongan bupati ke Pulau Kundur juga tidak berani berlayar
Karimun (Antara Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Aunur Rafiq bersama rombongan pejabat dan tokoh masyarakat setempat, Jumat batal melaksanakan safari Ramadhan ke Pulau Kundur akibat cuaca buruk.
"Kondisi cuaca di laut tidak memungkinkan. Selain diingatkan syahbandar, nakhoda kapal yang akan membawa rombongan bupati ke Pulau Kundur juga tidak berani berlayar," kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Muhammad Yosli menjelaskan, Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi puluhan pejabat, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pimpinan sejumlah ormas dan OKP, memulai rangkaian safari Ramadhan ke pulau-pulau.
Berdasarkan jadwal, Bupati Karimun akan menggelar berbuka puasa dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah di salah satu masjid di Sawang, Kecamatan Kundur Barat.
Meski jadwal sudah disusun, kata dia lagi, faktor cuaca tetap menjadi pertimbangan utama untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama berlayar, apalagi rombongan kembali ke Tanjung Balai Karimun menjelang tengah malam.
"Tadi, cuaca memang tidak bersahabat, angin kencang dan gelombang tinggi melanda perairan," kata dia lagi.
Seorang agen kapal MV Oceana Edi mengatakan, cuaca di laut berubah buruk pada Jumat sore.
Selain kapal rombongan bupati batal berangkat, satu kapal jurusan Kukup, Malaysia MV Topindo yang berangkat sekitar pukul 17.00 WIB, terpaksa berbalik ke pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun karena cuaca di laut berubah buruk.
"Memang cuaca tadi sore sangat buruk. Ngeri, ombaknya besar disertai angin kencang," ucap Edi. (Antara)
Editor: Eddy S Syafei
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
