
Pemudik Hang Nadim Tembus 11 Ribu Orang

Perkiraan kami hari ini akan jauh lebih padat dibandingkan Jumat kemarin. Mengingat pegawai mulai memasuki masa libur menjelang libur Hari Raya Idul Fitri
Batam (Antara Kepri) - Pemudik yang meninggalkan Batam melalui Bandara Internasional Hang Nadim pada Jumat (1/7) atau H-5 Idul Fitri 1437 Hijriyah mencapai 11 ribu orang.
"Kemarin (Jumat) sudah tembus 11 ribu orang. Lonjakan pemudik sudah sangat terasa," kata Kepala Bagian Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suwarso di Batam, Sabtu.
Kepadatan penerbangan tersebut, kata dia, merata hampir seluruh tujuan seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo dan Surabaya.
"Perkiraan kami hari ini akan jauh lebih padat dibandingkan Jumat kemarin. Mengingat pegawai mulai memasuki masa libur menjelang libur Hari Raya Idul Fitri," kata dia.
Dengan kondisi tersebut, Suwarso memperkirakan pada Sabtu dan Minggu akan menjadi puncak arus mudik Idul Fitri 1437 Hijriyah.
Berdasarkan pantauan, sejak pagi Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah membuka dua pintu kedatangan untuk mengurai kepadatan calon pemudik. Pada hari biasa, hanya satu pintu keberangkatan.
Sementara itu, calon pemudik yang masih menunggu di depan pintu terminal keberangkatan masih nampak padat pada Sabtu siang.
"Kalau dihitung dari hari biasa yang hanya 7.400 orang per hari, artinya sudah mencapai sekitar 50 persen. Ini sangat signifikan," kata Suwarso.
Pada Kamis malam, sebanyak 20 penumpang tujuan Medan batal terbang mengingat pesawat terakhir Lion Air yang tiba di Hang Nadim memiliki kapasitas lebih kecil dibandingkan calon penumpang.
Akhirnya, sebanyak 20 penumpang tersebut diterbangkan dengan jadwal penerbangan Lion Air Jumat pagi.
Bandara Internasional Hang Nadim Batam merupakan fasilitas milik BP Batam yang dibangun sejak periode 1980. Pada hari biasa bandara kategori kelas utama tersebut melayani sekitar 120 kali penerbangan per hari. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
