Logo Header Antaranews Kepri

Balai Belajar Suku Laut Penaah Diperbaiki

Rabu, 24 Agustus 2016 15:33 WIB
Image Print
Kami sudah dapat laporannya. Segera tim kami bersama PU turun survei ke lokasi. Tempat belajar itu akan segera diperbaiki

Lingga (Antara Kepri) - Balai buta aksara suku laut Selat Kongky Desa Pena'ah Kecamatan Senayang, yang roboh akibat badai beberapa waktu lalu, akan segera dibangun kembali oleh pemerintah, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Abdul Khatab.

Kami sudah dapat laporannya. Segera tim kami bersama PU turun survei ke lokasi. Tempat belajar itu akan segera diperbaiki, kata dia yang di hubungi dari Lingga, Rabu.

Dia mengatakan, saat bencana terjadi di pemukiman suku laut selat Kongky beberapa waktu lalu, terlambat diketahui oleh pihak BPBD. Hal itu disebabkan sarana komunikasi di wilayah desa Penaah masih belum begitu baik.

Perintah untuk memperbaiki balai buta aksara ini pun, dia katakan, datang dari inisiatif Wakil Bupati Lingga, yang kebutulan lebih dahulu mendapatkan informasinya.

Kita baru tau hari Jumat lalu. Kemarin, kepala desa juga sudah datang kepada kita melaporkan hal ini. Untuk pembangunan ulang nanti, kita juga berharap ada bantuan dari Pemprov Kepri. Soalnya, anggaran kita di daerah sangat-sangat terbatas, sambungnya.

Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi.

Dia berharap, balai yang nanti dibangun untuk aktifitas belajar lebih layak dengan adanya bantuan pemerintah provinsi.

Sementara itu, Lensi Fluzianti, salah seorang aktivis buta aksara di desa Penah, menyambut baik respon cepat pemerintah daerah.

Secara pribadi, ia juga telah melaporkan hal ini kepada BPBD Lingga dan Wakil Bupati agar segera melakukan perbaikan. Aktifitas belajar mengajar tidak boleh terlalu lama berhenti.

Kita berterimakasih ada perhatian pemerintah. Kita berharap dapat secepatnya dibangun, agar anak-anak dan warga dapat kembali ikut belajar, papar Lensi yang akrab disapa Densy Diaz tersebut.

Dia sangat berharap, balai yang dibangun nanti bisa lebih layak dan nyaman sebagai sekolah alam bagi warga suku laut. Selama ini, minat warga cukup tinggi untuk belajar baca dan tulis. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026