
PLN Karimun Defisit Daya 3 Megawatt

Pemadaman bergilir masih kita berlakukan akibat defisit daya 3 MW, terutama untuk pelanggan besar, seperti perhotelan, restoran dan pertokoan
Karimun (Antara Kepri) - PT PLN (Persero) Rayon Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengalami defisit daya sebesar 3 megawatt (MW) akibat kerusakan pada dua unit mesin pembangkit diesel di Gardu Bukit Carok, Kecamatan Tebing.
"Pemadaman bergilir masih kita berlakukan akibat defisit daya 3 MW, terutama untuk pelanggan besar, seperti perhotelan, restoran dan pertokoan," kata Kepala PT PLN Rayon Tanjung Balai Karimun Fauzar di Tanjung Balai Karimun.
Fauzar menjelaskan, kondisi cuaca relatif sejuk karena guyuran hujan sangat membantu sehingga pihaknya tidak memberlakukan pemadaman bergilir untuk pelanggan umum dengan kapasitas daya sedang maupun kecil.
Saat ini, kata dia, teknisi masih fokus memperbaiki mesin merek MAK yang berkapasitas sekitar 1,5 MW.
Dia menuturkan, suku cadang yang rusak sudah datang dan sedang dalam tahap pemasangan. Dia memperkirakan perbaikan mesin tersebut sudah selesai beberapa hari mendatang.
Sedang mesin merek Allen yang juga mengalami kerusakan, menurut Fauzar baru akan diperbaiki setelah perbaikan mesin MAK, rampung.
"Kita fokus dulu mesin satu, setelah itu baru mesin dua," katanya.
Dalam kesempatan itu dia menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan yang merasa tidak nyaman dan terganggu aktivitasnya akibat kerusakan pada dua mesin pembangkit tersebut.
Dia juga mengimbau pelanggan agar berhemat menggunakan energi listrik, dengan mematikan lampu dan peralatan elektronik jika tidak digunakan.
"Kami berharap kondisi cuaca sejuk seperti ini terus berlangsung sampai proses perbaikan selesai. Cuaca yang sejuk sangat membantu mengurangi pemadaman bergilir," kata Fauzar.
Diketahui, PLN Karimun memberlakukan pemadaman bergilir sejak pekan lalu, antara pukul 17.00 - 23. 00 WIB, terutama untuk pelanggan sektor perhotelan, restoran dan pelanggan dengan kapasitas daya besar. (Antara)
Editor: F.C Kuen
Pewarta : Rusdianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
