Logo Header Antaranews Kepri

DPU Lingga Bangun Jalan Serteh

Selasa, 18 Oktober 2016 17:34 WIB
Image Print
Proyek ini didanai oleh APBD Kabupaten Lingga tahun anggaran 2016. Usulannya disetujui pada APBD murni

Lingga (Antara Kepri) - Infrastruktur jalan menuju Dusun Serteh Desa Kelumu, Kecamatan Lingga dalam tahap pembangunan, kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lingga, Indra Asmara Putra.

"Sudah mulai dikerjakan. Titik awal pembangunannya dimulai dari ujung sungai Kelumu. Untuk tahapan ini, hanya sampai pada penimbunan saja," kata dia yang dihubungi dari Lingga, Selasa.

Proyek pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 2 Kilometer tersebut dikerjakan oleh CV Pribumi Jaya Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp1.953.782.000, dan waktu pelaksanaan selama 130 hari kalender.

"Proyek ini didanai oleh APBD Kabupaten Lingga tahun anggaran 2016. Usulannya disetujui pada APBD murni," ungkap Indra.

Jalan Kelumu-Serteh telah menjadi atensi khusus pemerintah setempat, karena statusnya sebagai akses jalan utama bagi warga di pesisir selatan Pulau Lingga.

Selain jalan tersebut, Dinas PU juga mengupayakan peningkatan jalan menuju Desa Mentuda yang sudah dirintis, tapi belum mampu ditingkatkan karena keterbatasan anggaran daerah.

"Kami terus usahakan jemput dana pusat. Mudah-mudahan diakomodir lah. Jadi intinya program sudah masuk semua," tutup Indra.

Sementara itu, Khaidir (45), salah seorang warga Dusun Serteh mengatakan, terbukanya akses jalan tersebut disambut baik masyarakat setempat.

"Alhamdulillah apa yang kami dambakan sejak lama akhirnya dapat tercapai. Walaupun tidak sekalian di aspal, pengerasan seperti sekarang ini saja kami sudah cukup senang," ungkapnya.

Dia mengatakan, akses jalan darat Kelumu-Serteh merupakan sarana penghubung vital penunjang kegiatan ekonomi masyarakat di pesisir selatan pulau Lingga.

Sebelumnya, kondisi jalan yang telah dirintis sejak tahun 2009 itu cukup memprihatinkan. Sebagian ruas jalan mengalami longsor dan sempat terputus.

Karena kondisi tersebut, memaksa masyarakat setempat memilih menggunakan jalur laut untuk sampai ke pusat kecamatan dan Ibukota kabupaten, tentunya dengan biaya yang lebih mahal.

"Kalau akses darat ini sudah baik, hanya 10-20 menit untuk sampai ke jalan lintas utama," tutupnya. (Antara)

Editor: Evy R Syamsir



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026