
Pemkot Batam Ingatkan Pengembang Perhatikan Lingkungan

Kami tidak melarang orang membangun, tapi bagaimana dalam membangun jangan sampai menambah titik banjir
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengingatkan perusahaan pengembang untuk memperhatikan lingkungan saat membangun, demi menghindari banjir dan berbagai musibah lainnya.
"Kami tidak melarang orang membangun, tapi bagaimana dalam membangun jangan sampai menambah titik banjir," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam Yumasnur di Batam.
Ia menilai banjir yang terjadi di kota itu disebabkan kurangnya kepedulian pengembang membangun sarana pendukung lingkungan, sehingga terjadi ketidakseimbangan alam.
Misalnya saja, pembangunan dilakukan di lahan hijau yang sebelumnya merupakan daerah resapan air. Bila hendak mengembangkan, perusahaan harus membuat strategi agar daerah itu tetap dapat menjalankan fungsi awalnya. Tidak hanya sekedar membangun.
"Kalau ada kawasan baru yang awalnya resapan air, kemudian akan dibuka. Pengembang pelaku usaha harus mengambil langkah agar dampak bisa diminimalkan, misalnya menyiapkan sistem drainase," kata dia.
Pengembang juga harus membuat kolam penampungan air sementara agar air tidak meluap ke jalan hingga menyebabkan banjir dan jalanan menjadi rusak.
Begitu pula dengan pembangunan menggunakan "land clearing". Pengembang harus melakukan langkah antisipatif pelestarian lingkungan.
"Kami sarankan bagi lokasi 'land cleraring', segera hijaukan kembali. Jangan dibiarkan lama-lama gundul, dan membiarkan air tertumpah ke arah yang tidak teratur," kata dia.
Ia meminta komitmen seluruh pihak untuk mencegah terjadinya banjir.
Pemkot Batam mencatat saat ini jumlah lokasi banjir sebanyak 30 titik, sudah berkurang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 47 titik, berkat pembenahan yang dilakukan pemerintah.
"Yang 17 titik sudah tuntas laksanakan, tinggal 30. Yang 30 ini bertahap dibenahi tiap tahun oleh Pemkot dengan bangun drainase. Selain itu lokasi yang belum dibangun permanen drainase akan dilakukan normalisasi menggunakan alat berat yang keliling," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
