
Batam Targetkan Pembangunan Jalan Segera Selesai

Hampir 'clear' semua. Kalau hujan jadi masalah. Mudah-mudahan tidak hujan, terutama pada pembuatan drainase di Nagoya
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menargetkan seluruh pembangunan jalan yang dikerjakan menggunakan APBD 2016 segera selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Tanggal 25 (Desember 2016) harus selesai, kita berdoa," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai sosialisasi pajak dalam jaringan di Batam, Kamis.
Ia menilai, hingga saat ini pengerjaan jalan sudah sesuai dengan target. Sejumlah ruas jalan yang baru dibangun juga sudah mulai dipergunakan masyarakat.
Wali Kota juga optimis pengerjaan infrastruktur dapat selesai tepat waktu sambil berharap agar hujan tidak mengganggu jalannya pengerjaan jalan.
"Hampir 'clear' semua. Kalau hujan jadi masalah. Mudah-mudahan tidak hujan, terutama pada pembuatan drainase di Nagoya," kata dia.
Penyemenan jalan di Batam Kota juga belum sepenuhnya selesai karena harus dikerjakan bertahap agar kuat.
"Kalau disemen semua tidak kuat maka sepotong-potong," kata Wali Kota.
Sementara itu, dalam sosialisasi pajak dalam jaringan, Wali Kota kembali menekankan keinginannya menyelesaikan tiga masalah utama di kota itu, yaitu kemacetan, banjir dan sampah.
Rencananya pemerintah akan memperlebar seluruh jalan utama di Kawasan Bisnis dan Perdagangan Nagoya, demi menopang kehidupan di pusat ekonomi.
Pelebaran jalan juga dilakukan hingga arah ke Batam Kota, sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran di kota itu.
Pemerintah juga akan memperindah Nagoya dengan lampu hias.
"Saya titip akan pasang lampu hias, itu agar jaga. Tugas bapak ibu untuk menjaga bersama-sama agar tidak dirusak orang lain," katanya.
Ia meminta partisipasi para wajib pajak untuk melunasi kewajibannya membayar pajak.
"Karena kalau tak ada ini (uang) tidak akan jalan. Maka kami kembalikan kepada wajib pajak, itu adalah hak negara yang dibayarkan oleh pribadi," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
