Logo Header Antaranews Kepri

Daerah Harus Sukseskan Program Kependudukan dan KB

Selasa, 31 Januari 2017 23:19 WIB
Image Print
Secara geografis Kepri dipisahkan dengan laut. Ada hambatan jarak, moda transportasi juga cuaca yang harus dilalui untuk mensukseskan program itu

Batam (Antara Kepri) - Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Samsul Bahrum menilai masalah Kependudukan dan Keluarga Berencana memang masih dipegang oleh Pemerintah Pusat namun daerah tidak boleh ketinggalan dalam menyukseskan program tersebut.

"Pemerintah daerah juga harus mensukseskan program itu. Karena muaranya adalah kesejahteraan masyarakat," kata dia saat membuka acara Pemaduan Perencanaan Program Anggaran KKBPK (Kependudukan dan KB Pembangunan Keluarga) tingkat Provinsi Kepri di Batam, Selasa.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri Samsul mengatakan masalah demografi menarik untuk dicermati terutama bagi wilayah seperti Batam yang senantiasa dinamis.

"Arus migrasi yang tinggi di Batam mendorong pertumbuhan penduduk tinggi. Berbeda dengan kawasan hinterland (penyangga/pesisir)," kata dia.

Untuk mensukseskan prograam tersebut, menurut dia, BKKBN dan pihak terkait di daerah harus melakukan jemput bola meskipun hal itu tidak mudah.

"Secara geografis Kepri dipisahkan dengan laut. Ada hambatan jarak, moda transportasi juga cuaca yang harus dilalui untuk mensukseskan program itu," kata Samsul.

Namun demikian, menurut Samsul, hal tersebut bukan menjadi alasan dan harus bisa diatasi.

"Untuk di Kepri khususnya saat tiba musim angin utara terkadang petugas baik dokter, bidan, atau yang lain harus terkendala cuaca. Sehingga banyak masyrakat tidak terlayani kesehatan dan yang lainnya," kata dia.

Samsul juga mengingatkan pentingnya memasyaraktkan istilah ketahanan keluarga pada semua kalangan.

"Selama ini yang lebih dikenal ketahanan energi, ketahanan pangan dan lainnya. Padahal ketahan keluarga ialah dasar dalam berbangsa dan bernegara," kata Samsul.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepri, Panusunan Siregar mengatakan pertumbuhan penduduk Kepri selain dari migrasi juga disebabkan unmetneed dari alat kontrasepsi terutama di wilayah Lingga, Anambas dan Natuna.

"Ketiga wilayah itu mengalami perbedaan yang jauh dari emapat daerah lain di Kepri. Catatan statistik ini menjadi lampu kuning bagi Kepri," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026