Logo Header Antaranews Kepri

BTN Gandeng Komunitas Salurkan KPR Mikro Batam

Jumat, 3 Maret 2017 20:37 WIB
Image Print
Kami akan gali potensi di sini, dalam konteks membangun KPR Mikro membutuhkan komunitas. Penyalurannya memang melalui komunitas di suatu daerah

Batam (Antara Kepri) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) berencana menggandeng komunitas dan asosiasi untuk menyalurkan kredit pemilikan rumah BTN Mikro untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap di Kota Batam Kepulauan Riau.

"Kami akan gali potensi di sini, dalam konteks membangun KPR Mikro membutuhkan komunitas. Penyalurannya memang melalui komunitas di suatu daerah," kata Direktur Bank BTN, Catur Budi Harto saat meresmikan Kantor Wilayah III Bank BTN, di Batam, Jumat.

KPR BTN Mikro merupakan kredit untuk pembelian rumah bekas, kavling, renovasi dan pembangunan rumah dengan plafon maksimal Rp75 juta bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja di sektor informal.

"KPR BTN Mikro untuk penghasilan tidak tetap yang belum terjangkau layanan KPR umum. Layanan ini merupakan satu kontribusi BTN dalam membuka akses lebih mudah untuk masyarakat yang membutuhkan rumah, juga membantu pengembang membangun rumah yang bisa dimiliki masyarakat," kata dia.

BTN masih akan memetakan jenis usaha non formal yang berkembang di Batam, untuk menggandengnya dalam program KPR BTN Mikro.

Sejauh ini, usaha non formal yang banyak dilakoni masyarakat Batam antara lain nelayan dan pedagang Usaha Kecil Menengah yang berdiri di lokasi resmi.

Di Pulau Jawa, BTN menggandeng komunitas pedagang bakso agar anggotanya bisa memiliki rumah dengan KPR Mikro.

Catur menyatakan perusahaannya menargetkan menyaluran 6.000 KPR Mikro secara nasional.

Di Jakarta, BTN bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) untuk mengidentifikasi debitur program KPR mikro.

Sebelumnya, Direktur BTN Handayani dalam acara pemaparan kinerja BTN di Jakarta, mengatakan pihaknya memerlukan informasi dari Kemenkop UKM terkait pedagang sektor informal calon peserta KPR mikro yang telah mendapatkan pelatihan dari pemerintah.

BTN juga menetapkan kriteria bagi calon debitur agar membuka rekening tabungan terlebih dahulu selama tiga bulan untuk mengetahui aliran uang calon debitur yang bekerja di sektor informal. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan rasio kredit bermasalah.

KPR mikro tersebut memiliki jangka waktu maksimal 10 tahun dengan bunga 6 hingga 7,5 persen dan maksimal kredit 75 juta yang sifatnya 'revolving'.

Peluncuran KPR mikro ini memiliki tiga skema, yaitu membeli rumah, merenovasi rumah, atau membangun di atas tanah yang sudah dimiliki.

Handayani mengatakan pihaknya akan mengumpulkan cicilan KPR mikro menggunakan pola laku pandai, di mana ketua paguyuban komunitas pedagang informal dapat menjadi agen laku pandai.

"Kami menyediakan akun tabungan sebagai edukasi untuk menabung sekaligus memberikan KPR mikro," ucap dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026