
397 Santri Kepri Terima Bantuan Indonesia Pintar

Berdasarkan data emis jumlah pondok pesantren di Kepri sebanyak 42 lembaga, sisanya masih belum terdaftar di data Emis. Saya minta lima standar minimal syarat itu harus terus dipertahankan
Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 397 santri yang menuntut ilmu di sejumlah pondok pesanren di Provinsi Kepulauan Riau menerima bantuan pedidikan melalui Program Indonesia Pintar.
"Sebanyak 397 santri sudah mendapatkan bantuan PIP yang disalurkan melalui BRI dalam bentuk tabungan pelajar," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kepri Marwin Jamal di Batam, Jumat.
Bantuan yang diterima para santri berbeda untuk tiap jenjang, yaitu sebesar Rp450 ribu per tahun untuk tiap anak tingkat ula, sebesar Rp750 ribu per tahun untuk tiap anak tingkat wustho dan Rp1 juta per tahun untuk tiap anak tingkat ulya.
Sayangnya, penyaluran bantuan tingkat ula dan wustho baru bisa diberikan untuk santri di pondok pesantren di Kota Batam, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Karimun. Sedangkan santri di Kabupaten Natuna, Anambas, Bintan dan Kota Tanjungpinang belum mendapatkannya.
"Karena itu saya minta rapat koordinasi PIP menghasilkan data Emis sebagai data dukung untuk mendapatkan PIP lebih banyak lagi. Menyajikan data tidak bisa asal sebut tetapi harus lengkap 'by name by address' jika ingin mendapatkan bantuan," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Marwin Jamal mengingatkan pimpinan pondok pesantren tetap mempertahankan lima standar minimal eksistensi pondok yaitu keberadaan kyai sebagai pembimbing pondok, asrama yang memadai, masjid atau musholla sebagai pusat aktivitas belajar, jumlah santri yang terus meningkat, dan kitab kuning dalam jumlah cukup sebagai kitab kajian utama.
Ia menegaskan Kemenag siap mendukung dan memberikan bantuan agar eksistensi pondok terjaga terutama penyelenggaraan sarana dan prasarana. Namun karena jumlah anggaran yang terbatas, maka tidak semua bisa dibantu.
"Berdasarkan data emis jumlah pondok pesantren di Kepri sebanyak 42 lembaga, sisanya masih belum terdaftar di data Emis. Saya minta lima standar minimal syarat itu harus terus dipertahankan," kata dia.
Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Quran di Kabupaten Lingga, Muhammad Nizar mengatakan setiap tahun, semakin banyak peminat yang ingin menuntut ilmu di lembaga yang dipimpinnya.
Banyaknya prestasi yang diraih membuat orang tua berbondong-bondong ingin menitipkan anaknya di pondok pesantren itu, di antaranya melahirkan hafidz 30 juz dan juara tingkat nasional dan internasional. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
