
BPJS: 26.000 Pekerja Rentan Batam Belum Dilindungi

Sangat diharapkan kepada perusahaan untuk memastikan Gerakan Nasional Lingkaran yang dikelolah BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu kegiatan CSR perusahaan
Batam (Antara Kepri) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memperkirakan 26.000 tenaga kerja rentan di Kota Batam, Kepulauan Riau, belum mendapat perlindungan dan jaminan sosial.
"Masih ada 26.000 tenaga kerja rentan di Kota Batam yang belum mendapat perlindungan," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya Achmad Fatoni di Batam, Jumat.
Pria yang akrab disapa Toni itu mengimbau perusahaan yang belum mendaftarkan tenaga kerjanya dalam program perlindungan, segera mengikuti program pemerintah itu.
Karena selain manfaat untuk pekerja, program perlindungan juga memberikan hak keluarga atau ahli waris dari tenaga kerja, dalam bentuk manfaat berkala.
Toni juga meminta perusahaan menyalurkan bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam bentuk membayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja rentan lain di lingkungan kerjanya.
Apalagi pemerintah telah mencanangkan Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (Lingkaran) untuk mendorong seluruh pekerja rentan memperoleh jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
"Sangat diharapkan kepada perusahaan untuk memastikan Gerakan Nasional Lingkaran yang dikelolah BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu kegiatan CSR perusahaan," kata dia.
Dalam Gerakan Nasional Lingkaran, penderma diminta mendaftarakan tenaga kerja rentan dan membayarkan iuran sebesar Rp16.800 untuk tiap tenaga kerja yang didaftarkan.
Dengan begitu, maka pekerja rentan mendapatkan jaminan kerja dari BPJS.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbar Riau, Budiono menyatakan lembaganya memiliki misi untuk menyejahterakan tenaga kerja.
Ia optimistis perusahaan patuh dengan aturan jaminan sosial dan ingin melindungi pekerjanya. Namun, karena belum memahami program pemerintah itu maka belum mendaftarkan tenaga kerjanya.
"Ini butuh dukungan Pemda agar dapat memberikan dorongan sehingga misi menyejahterakan sekaligus mengurangi angka kemiskinan dapat terwujud," kata Budiono.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
