Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Cari Mitra Jepang Kembangkan Bandara

Jumat, 28 April 2017 18:28 WIB
Image Print
Program pengembangan Bandar Udara Internasional Hang Nadim dengan nilai investasi 448 juta dolar AS ini rencananya akan dimulai pada Juni 2017

Batam (Antara Kepri) - Badan Pengusahaan Batam bersama BKPM melakukan pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Jepang untuk mencari dana pengembangan terminal satu dan pembangunan terminal dua Bandara Internasional Hang Nadim yang diperkirakan menghabiskan anggaran 448 juta dolar Amerika.

"Kami mencari perusahaan yang mau bekerjasama untuk pengembangan Hang Nadim. Ada lebih dari 100 peserta hadir dalam presentasi skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) oleh BP Batam," kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono di Batam, Kamis.

Delegasi BP Batam yang hari ini melakukan pertemuan dipimpin Anggota 3/Deputi Bidang Sarana Usaha, Eko Santoso Budianto yg didampingi oleh General Manager Komersil Bandar Udara Hang Nadim, Dendi Gustinandar dan Kepala Seksi Media Promosi, Ariastuty Sirait.

"Program pengembangan Bandar Udara Internasional Hang Nadim dengan nilai investasi 448 juta dolar AS ini rencananya akan dimulai pada Juni 2017," kata dia.

Ia mengatakan, meskipun masih mencari mitra dari Jepang, beberapa negara sudah tertarik untuk ikut dalam KPBU Hang Nadim diantara Korea Selatan, India, Perancis.

Dalam acara yang sama, BP Batam juga berkesempatan melakukan pertemuan "one on one" meeting dengan beberapa perusahaan Jepang yang tertarik dalam rencana pengembangan Hang Nadim seperti Deloitte, Fibetech, Nippon Koei dan Mitsui.

"Mitsui bahkan sudah menyatakan minatnya untuk ikut dalam proses tender Internasional Hang Nadim Juni ini," kata Purnomo.

Purnomo mengatakan, Deputi BP Batam Eko Budianto juga menjelaskan proyek lainnya seperti pengembangan Pelabuhan Batu Ampar yang mendapat respon positif dari Mitsui.

Program yg diselenggarakan BKPM dan KBRI Tokyo di Hotel Palace Tokyo ini terdiri dari sambutan Deputy Chief of Mission KBRI Tokyo, Ben Perkasa Drajat, Keynote speech oleh Deputi Rencana Penanaman Modal BKPM, Tamba Parulian Hutapea, serta beberapa presentasi proyek skema KPBU lainnya selain Batam seperti PT PPI, Armand Hermawan mengenai Mekanisme Jaminan Pemetintah.

Proyek Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung oleh Project Director Transportasi KPPIP Dwianto Eko Winaryo, Direktur Rencana Infrastruktur BKPM, Heldy Putera tentang proyek pembangkit tenaga listrik, dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Ricky Baheramsjah tentang pengembangan Kawasan Wisata Mandalika.

Seluruh delegasi juga mengadakan pertemuan dengan Manajemen Haneda Airport Management, Perusahaan Listrik PLTU J Power dan Japan Bank for International Cooperation.

"BP Batam sangat optimis bahwa pengembangan Bandara Internasional yang mempunyai landas pacu terpanjang di dunia ini dapat berjalan dengan skema KPBU," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026