
Pemkot Batam Perbaiki Rumah Korban Puting Beliung

Dana akan keluar setelah kami mendapat data lengkap, baru diputuskan bersama-sama. Nantinya, bantuan yang diberikan berbentuk uang
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau berkomitmen memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat tiupan angin puting beliung yang terjadi di Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang, Senin.
"Kami akan bantu menggunakan dana darurat untuk membangun rumah," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi usai meninjau lokasi musibah.
Dia belum memastikan jumlah bantuan yang akan diberikan kepada korban puting beliung, karena tim masih mendata jumlah kerugian yang dialami masyarakat.
Ia mengatakan, kemungkinan bantuan yang diberikan jumlahnya tidak terlalu besar, namun diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat yang tinggal di pesisir itu.
"Dana akan keluar setelah kami mendapat data lengkap, baru diputuskan bersama-sama. Nantinya, bantuan yang diberikan berbentuk uang," kata Wali Kota.
Bantuan diberikan menggunakan dana darurat, karena tidak bisa menggunakan anggaran dari program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tahun ini mengingat sudah dialokasikan untuk perbaikan tempat tinggal rumah lainnya sejak akhir tahun sebelumnya.
"Kalau menggunakan RTLH, harus tahun depan," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Batam Ardiwinata mengatakan berdasarkan hasil perhitungan tim, jumlah kerugian akibat puting beliung mencapai sekitar Rp700 juta.
Angka itu dihitung berdasarkan perhitungan jumlah rumah rusak dan tingkat kerusakan yang dialami tiap korban.
Tokoh Masyarakat Tanjungriau, Celcon Carliston mengatakan yang paling dibutuhkan warga adalah bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak dan kebutuhan makanan.
"Yang warga butuhkan sekarang adalah bahan bangunan untuk memperbaiki rumah yang rusak, karena rumah warga terbuat dari kayu dan seng. Bantuan pangan juga dibutuhkan," kata dia.
Menurut dia, warga yang rumahnya rusak berat kini menumpang di tempat tinggal kerabat, di sekitar lokasi sambil menunggu kediamannya diperbaiki. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
