
Mahasiswa Unjani Belajar ke BP Batam

Batam merupakan pulau hebat yang pembangunannya dimulai dari nol. Dari mimpi yang saat ini menjadi kenyataan
Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 150 mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Ahmad Yani, Cimahi, Jawa Barat, melakukan kunjungan belajar ke BP Batam.
"Kunjungan kami bertujuan memperkaya dan memperdalam ilmu pengetahuan terutama dalam bidang pemerintahan," kata Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Mayor Jendral Witjaksono sesuai rilis BP Batam.
Witjaksono menilai keberhasilan Otorita Batam (kini BP Batam) membangun Pulau Batam dari nol merupakan hal yang harus dicontoh dan dibanggakan.
"Batam merupakan pulau hebat yang pembangunannya dimulai dari nol. Dari mimpi yang saat ini menjadi kenyataan," kata dia.
Batam semula hanya pulau berpenduduk 6.000 orang yang berprofesi sebagai nelayan pada era 1970 berkembang pesat menjadi daerah tujuan investasi yang maju.
"Ini menjadi alasan bagi kami untuk berkunjung serta belajar ke BP Batam sebagai rujukan studi. Terkhusus terkait infrastruktur sarana investasi dan pengembangan barelang," kata Witjaksono.
Kunjungan rombongan tersebut diterima langsung oleh sejumlah pejabat BP Batam dipimpin Direktur Promosi dan Humas Purnomo Andiantono.
Dalam kunjungan tersebut juga terdapat sesi tanya jawab. Setiap kelompok dari lima kelompok mahasiswa tersebut diwajibkan untuk mengajukan pertanyaan ke BP Batam.
Pertanyaan yang diajukan meliputi kewenangan, ekonomi, tenaga kerja, pariwisata, sektor transportasi dan sarana infrastruktur tersebut dijawab langsung oleh Direktur Promosi dan Humas Purnomo Andiantono.
"Batam memang dikembangkan untuk menjadi salah satu tujuan investasi terkemuka sehingga ketersediaan infrastruktur dan kemudahan investasi menjadi hal mutlak," kata dia. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta : Larno
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
