
Cuaca Buruk Nelayan Tanjungpinang tak Melaut

Ikan susah sekarang angin kencang musim hujan, nelayan tak antar
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Sejumlah nelayan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau tidak melaut dikarenakan cuaca buruk dan curah hujan tinggi yang menyebabkan angin kencang di sekitar perairan Pulau Bintan.
Nelayan Bubu Ketam Kampung Melayu, Kelurahan Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Mazlan mengatakan tangkapan hasil laut berkurang dikarenakan ombak kuat diperairan sekitar Pulau Bintan.
Saat ini musim angin barat, ombak kuat, tangkapan berkurang. Kami tak berani jauh-jauh ketengah laut, kalau campak bubu sore pagi ambil. Sekarang musim angin barat sulit mau kelaut, katanya.
Mazlan menjelaskan, jika angin tidak kuat ombak tenang, tak kurang tangkapan bubu ketam 7 sampai 10 kilogram per hari. Saat ini tangkapannya hanya 4 sampai 5 kilogram perhari.
Sekarang kalau melaut cuma dekat pulau-pulau gak berani jauh-jauh, ujarnya.
Berkurangnya hasil tangkap Mazlan mempengaruhi dengan harga jual. Biasanya, Mazlan menjual satu kilogram ketam renjong seharga Rp77.000 ke penampung.
Sekarang Rp67.000 satu kilogramnya, katanya.
Di pasar Tanjungpinang pedagang tidak ada menjual ketam, begitu juga dengan minimnya persedian ikan. Nelayan, mengaku nelayan tidak mengantar ikan, dikarenakan angin kuat nelayan tidak melaut.
Pedagang di Pasar Ikan Tanjungpinang menjual ikan Selikur seharga Rp35.000 perkilogram, Tongkol Rp27.000 perkilogram, Benggol Rp23.000.
Ikan susah sekarang angin kencang musim hujan, nelayan tak antar, kata Andre, Pedagang Pasar Ikan Baru.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta : Aji Nugraha
Editor:
Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
