Logo Header Antaranews Kepri

Wapres Dijadwalkan Tutup Rapimnas Kadin

Kamis, 14 Desember 2017 11:43 WIB
Image Print
Kami melihat pertumbuhan ekonomi itu akan tumbuh berkualitas jika manusianya juga berkualitas. Kami juga melihat pertumbuhan tidak hanya terpusat di Jawa saja, tetapi harus Indonesia centris

Batam (Antara Kepri) - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menutup Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Rapimnas Kadin) Indonesia di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis.

"Rapimnas ditutup oleh Wapres," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani.

Dalam Rapimnas Kadin Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani akan menjadi pembicara kunci, sesuai dengan tema yang diusung Membangun Daerah dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Perekonomian Indonesia yang Berkeadilan.

Selain itu, sejumlah Menteri juga dijadwalkan menghadiri pertemuan yang diikuti sekitar 1.200 pengusaha itu, antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebagai pembicara panelis.

Dalam Rapimnas, akan dibahas program kerja, kebijakan strategis dan taktis.

Ketua Panitia Pengarah, Anindya N Bakrie mengatakan dalam agenda Kadin, rapimnas merupakan rapat tertinggi di organisasi yang akan membahas berbagai rencana Kadin ke depan.

Rosan P Roeslani menyatakan Kadin sengaja mengambil tema Membangun Daerah dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Perekonomian Indonesia yang Berkeadilan.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi itu akan tumbuh berkualitas jika manusianya juga berkualitas. Kami juga melihat pertumbuhan tidak hanya terpusat di Jawa saja, tetapi harus Indonesia centris," kata dia.

Kadin mencoba untuk menyelaraskan pertumbuhan secara berimbang.

Ketimpangan ekonomi dinilai masih mewarnai perekonomian nasional dan daerah. Secara nasional indeks Gini rasio tahun 2016 dan 2017 masih berkisar pada 0,40 hingga 0,41 dan di daerah berkisar 0,33 hingga 0,41.

Sementara itu, dalam kurun waktu 2016-2017, perkembangan ekonomi Indonesia masih dalam tren positif dan stabil.

Secara umun pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, namun capaian pertumbuhan yabg berada di kisaran 5 persen itu tidak mampu menyerap kebutuhan angkatan kerja baru yang setiap tahunnya mencapai 2 juta orang.

"Kami akan terus mendorong pelaksanaan program pendidikan vokasi agar angkatan kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri dan menjadi tenaga kerja siap pakai Kami berkomitmen penuh dengan ini," kata dia.

Pendidikan vokasi, ekonomi digital dan ketenagakerjaan akan menjadi fokus perhatian Kadin.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026