Logo Header Antaranews Kepri

Bupati Lingga temui Menperin bahas Industri

Sabtu, 17 Maret 2018 17:14 WIB
Image Print
Bupati Lingga Alias Wello saat menemui Menperin (Nurjali / Antaranews)
"Ini sebuah terobosan yang mampu menjawab tantangan masa depan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gula impor. Apalagi lahan yang dibutuhkan tak perlu terlalu luas dan hasilnya bisa sampai 100 ton umbi bit per hektar,"

Lingga (Antaranews Kepri) - Bupati Lingga Kepulauan Riau Alias Wello temui Menteri Perindustrian (Memperin) RI, Airlangga Hartarto, untuk membahas rencana pembangunan industri gula pasir dan gula merah berbahan baku umbi tanaman bit di Lingga.

"Kita menemui Menperin untuk melaporkan sekaligus minta dukungan rencana kita untuk membangun industri gula dari umbi tanaman bit," kata Bupati Lingga Alias Wello Awe kepada Antara, Sabtu.

Selain itu Alias Wello mengaku akan menggandeng seorang profesional terbaik Indonesia yang memiliki pengalaman 40 tahun menangani industri gula bit di negara Jerman, untuk mensukseskan program tersebut.

Pihaknya sudah menghitung untuk modal awal dibutuhkan hanya Rp35 Miliar untuk membangun industri gula bit di Lingga itu, dan targetnya mampu memproduksi gula pasir sekitar 12 ton dan gula merah sekitar 9 ton per hari. Sementara lahan yang dibutuhkan, hanya sekitar 150 hektar.

"Ini sebuah terobosan yang mampu menjawab tantangan masa depan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada gula impor. Apalagi lahan yang dibutuhkan tak perlu terlalu luas dan hasilnya bisa sampai 100 ton umbi bit per hektar," bebernya.

Respon Menperin atas gagasannya membangun industri gula bit tersebut menurutnya belum begitu merespon hal tersebut, namun dirinya berharap suatu saat industri gula bit ini dapat terealisir. Tujuannya memberi kontribusi terhadap kebutuhan gula nasional yang dikabarkan masih mengalami defisit sekitar 3 juta ton per tahun.

"Pak Menteri masih ragu - ragu, karena belum ada bukti tanaman bit ini bisa hidup di Indonesia dan dapat dibudidaya secara massal," sebutnya.

Meskipun begitu menurut Alias wello dari hasil penelusurannya sejumlah ujicoba sudah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Dan tanaman bit tersebut bisa hidup di daerah tropis dan bisa panen hingga 2 kali dalam setahun. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir



Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2026