
Menteri Rini minta BUMN perbaiki sekolah Batam

Agar mereka nyaman dan mereka akan menjadi rakyat Indonesia yang mumpuni dan mampu mandiri
Batam (Antaranews Kepri) - Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini M Soemarno meminta agar BUMN menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaannya untuk memperbaiki sekolah-sekolah di Kota Batam, Kepulauan Riau.
"Saya melihat banyak sekolah yang tidak layak di sini. Saya minta BUMN bantu bangun kembali sekolah ini," kata Menteri usai meninjau penyaluran program padat karya oleh 4 BUMN di Kampung Panau, Kota Batam, Rabu.
Ia mengatakan rehabilitasi sekolah diperlukan, agar siswa lebih nyaman dalam belajar. Dengan begitu diharapkan ilmu yang disampaikan lebih terserap.
Pembenahan sekolah diharapkan mampu meningkatkan kualitas manusia mendatang yang membangun kota menjadi semakin baik.
"Agar mereka nyaman dan mereka akan menjadi rakyat Indonesia yang mumpuni dan mampu mandiri," kata Rini.
Selain memperbaiki sekolah di Kampung Panau Kecamatan Nongsa, Menteri juga mendorong PT Telkom untuk menyalurkan dana CSR di sana.
Menurut dia, PT Telkom memiliki program pengadaan komputer untuk sekolah-sekolah yang bisa disalurkan untuk daerah perbatasan seperti Kampung Panau.
"Ada juga program Telkom, namanya Padi, pustaka digital. Sekolah dikasih komputer sehingga belajar dan bisa baca buku. Nanti akan bangun di sini juga," kata dia.
Kementerian BUMN terus mendorong agar BUMN menyalurkan dana CSR setiap tahun untuk membantu pemerintah memberdayakan masyarakat.
Menteri menyatakan, seluruh BUMN menyalurkan dana CSR, bina lingkungan dan program kemitraan dengan total dana Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun setiap tahun.
Sementara itu, empat BUMN PT Pelindo I (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Sucofindo (Persero) dan Persero Batam bersinergi menyalurkan CSR senilai Rp1 miliar di Kampung Panau Kota Batam dalam bentuk program padat karya.
Kegiatan Padat Karya Tunai yang dilakukan di Desa Panau, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa itu meliputi pembangunan drainase sepanjang 300 meter dengan biaya pekerjaan berkisar Rp720 juta dan pembangunan MCK/kamar mandi sebanyak tiga unit di tiga sekolah. Setiap unit kamar mandi terdiri dari empat ruang (dua pria dan dua wanita), dengan biaya pekerjaan berkisar Rp 281 juta.
MCK dibangun di SMK 6 Kampung Panau, SDN 7 Kampung Panau, dan SDN 5 Telaga Punggur.
Menteri menyatakan pengerjaan padat karya tunai dikerjakan oleh 300 warga setempat.
"Sengaja melibatkan masyarakat setempat, agar mereka bisa menikmati sendiri," kata Menteri.
Menteri Rini berharap program itu bermanfaat bagi masyarakat setempat serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan program pemerintah. Baca juga: Sinergi BUMN salurkan CSR Rp1 miliar
Pewarta : YJ Naim
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
