
BP Batam sebut pelaku industri adalah raja

Menurut Lukita saat investor datang ke Batam tidak hanya menanyakan perizinan investasi saja, namun kemudahan-kemudahan apa saja yang mereka peroleh saat akan berinvestasi di Batam kerap dilontarkan.
Batam (Antaranews Kepri) - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan pelaku industri adalah raja sehingga harus diberikan pelayanan kemudahan dan kepastian saat akan berinvestasi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.
"Melayani dengan sepenuh hati adalah komitmen kami apa yang bisa dipermudah akan kami lakukan," kata dia, di Batam, Kamis.
Lukita mengatakan dengan program online single submission (OSS) para pelaku industri dapat dengan mudah mengakses dan mendaftarkan perusahaannya saat akan melakukan bisnis di Kota Batam.
Menurut Lukita saat investor datang ke Batam tidak hanya menanyakan perizinan investasi saja, namun kemudahan-kemudahan apa saja yang mereka peroleh saat akan berinvestasi di Batam kerap dilontarkan.
Salah satu program andalan BP Batam lanjut Lukita adalah izin investasi tiga jam (i23j).
"Pada konsep OSS kita mendaftar sebagai pilot project dan ini harus diberikan kepada Batam karena Batam berada di posisi depan," kata Lukita.
Selain itu Batam lanjut Lukita merupakan wilayah yang dinamis karena pergerakan kapal perdagangan sangat tinggi dan Batam dekat dengan Singapura serta Malaysia.
Lukita mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan bahwa semua instansi yang tergabung di Mall Pelayanan Publik (MPP) sudah siap dan tinggal di intergrasikan untuk menjalankan program OSS.
"Misalnya bangunan dan lainnya ada di Pemkot, kalau kita bicara i23jnya dan berkaitan dengan izin usaha dan lain sebagainya kita sudah siap," kata Lukita.
Batam kata Lukita menjadi salah satu kota paling siap untuk menjalankan program OSS yang akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada 20 Mei mendatang.
"Batam sebagai salah satu pilot project akan siap melaksanakan OSS langsung," kata dia.
BP Batam kata Lukita telah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) sejak Desember 2017 untuk menjalankan OSS.
"Kami yakin setelah terintegrasi dengan di Pemkot maka semua yang kaitan dengan OSS semua bisa kita laksanakan," katanya.
Sebelumnya sekitar 1200-an investasi baru akan dikawal melalui program Online Single Submission (OSS).
Staf khusus Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Pereknonomian, Edi putra Irawadi mengatakan pengawalan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) sejak investor mendapatkan komitmen untuk berinvestasi.
Pengawalan dilakukan melalui tiga pola. Pertama pengawalan prima yaitu pengawalan terhadap penyelesaian perizinan untuk investasi bernilai Rp5 triliun yang dilakukan langsung oleh Satgas Kementerian/Lembaga leading sector dengan supervisi Satgas Nasional.
Kedua pengawalan utama, yaitu melakukan pengawalan terhadap penyelesaian perizinan dengan nilai investasi Rp1,5 triliun sampai dengan Rp5 triliun.
Pengawalan utama dilakukan Satgas Provinsi terkait dengan supervisi Satgas Kementerian/Lembaga leading sector.
Terakhir adalah pengawalan standar yaitu pengawalan dilakukan terhadap penyelesaian perizinan dengan nilai di bawah Rp1 triliun.
Pengawalan dilakukan Satgas Kabupaten/Kota dengan supervisi Satgas Provinsi.(Antara)
Pewarta : Messa Haris
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
