
Pengelola bandara perkirakan pemudik bertambah 4 persen

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Maskapai Citilink Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya menambah jadwal penerbangan dari Batam.
Batam (Antaranews Kepri) - Pengelola Bandara Hang Nadim Batam memperkirakan jumlah pemudik pada Lebaran 2018 bertambah sekitar 4 persen dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.
"Diperkirakan naik 4 persen berdasarkan tiket yang dipesan," kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso di Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Ia memperkirakan puncak arus mudik akan berlangsung pada tujuh hari menjelang Lebaran, saat cuti bersama dimulai.
Tiket pesawat saat arus mudik dari Batam tujuan beberapa kota di Indonesia sudah terjual, berdasarkan laporan dari berbagai maskapai penerbangan.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Maskapai Citilink Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya menambah jadwal penerbangan dari Batam.
Citilink, menambah jadwal penerbangan tujuan Padang dan Palembang pada 11 Juni hingga 24 Juni 2018. Setiap harinya ditambah satu jadwal terbang.
Kemudian, Lion Air menambah jadwal penerbangan rute Batam-Pekanbaru, satu kali penerbangan dalam sehari, mulai 11 Juni hingga 16 Juni 2018.
Sriwijaya menambah jadwal penerbangan tujuan Batam-Jakarta dan Batam-Jambi. "Sriwijaya sehari saja," kata dia.
Rencananya, Lion Air juga akan mengajukan penambahan jadwal penernangan untuk rute Batam-Surabaya dan Batam-Medan.
Kementerian Perhubungan masih mempertimbangkan kesiapan maskapai untuk menerbangkan rute itu, juga ketersediaan waktu penerbangan di Bandara Hang Nadim.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah memperkirakan pertumbuhan angkutan udara pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2018 akan mengalami kenaikan melebihi sembilan persen. Hal ini terkait dengan membaiknya perekonomian masyarakat dewasa ini.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan bahwa pada angkutan lebaran tahun lalu pertumbuhan angkutan udara mencapai 8,4 persen.
"Angkutan udara ini adalah unggulan karena memang pertumbuhan tahun lalu itu 8,4 persen. Kita lihat daya beli masyarakat juga sudah membaik. Karenanya tahun ini kita perkirakan pertumbuhan di angkutan udara paling tinggi yakni melebihi sembilan persen," tuturnya. (Antara)
Pewarta : YJ Naim
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
