
Tim pengabdian mahasiswa UNRI bagikan handsanitizer alami

Masyarakat sangat antusias saat Tim Pengabdian Mahasiswa UNRI membagikan handsanitizer
Bintan (ANTARA) - Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) turun ke jalan membagikan handsanitizer yang dibuat melalui bahan-bahan alami, secara gratis kepada masyarakat Kecamatan Bintan Timur, yang digelar pada Rabu (10/06) kemarin.
Adapun titik lokasi pembagian tersebut, dilaksanakan mulai dari Taman Kota dan Kijang City Walk Kecamatan Bintan Timur.
"Handsanitizer ini kami produksi sendiri oleh Tim Pengabdian Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) dengan menggunakan bahan alami yang ada di sekitar," kata Opi salah satu tim pengabdian dari UNRI, kepada Antara, Kamis.
Adapun bahan-bahan yang digunakan diantaranya adalah ekstrak daun sirih, aloevera, dan essential oil sebagai penambah aroma.
Bahan-bahan tersebut mudah didapatkan di sekitar wilayah Bintan, handsanitizer berbahan baku daun sirih ini memiliki daya lawan mikroorganisme ditelapak tangan sekitar 57%.
Aloevera juga berfungsi sebagai pelembab agar kulit pada telapak tangan tidak kering, namun penggunaan aloevera secara berlebihan juga tidak baik karena akan mengakibatkan gatal-gatal.
"Masyarakat sangat antusias saat Tim Pengabdian Mahasiswa UNRI membagikan handsanitizer," ujarnya.
Salah satu pedagang kaki lima Yanto mengatakan sangat bersyukur dengan adanya pembagian handsanitizer secara gratis ini. Menurutnya masyarakat Kecamatan Bintan Timur ini sudah sangat longgar dalam menerapkan protokoler kesehatan, seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga kebersihan tangan.
“Kami sangat terbantu dengan adanya handsanitizer gratis ini, setidaknya jika kami tidak sempat mencuci tangan, kami bisa menggunakan handsanitizer ini,” ujarnya.
Adapun tujuan dari pembagian handsanitizer kepada masyarakat tersebut, adalah sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dengan menggunakan handsanitizer sebagai pengganti cuci tangan.
Untuk fokus sasaran utama yang mendapatkan pembagian handsanitizer ini adalah para pedagang kaki lima yang berada di Taman Kota dan Kijang City Walk.
“Pedagang kaki lima ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Jika masyarakat itu melihat pedagang kaki lima bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar, maka mereka dengan sendirinya akan terbuka hatinya untuk mengikuti pedagang itu dalam protokoler kesehatan,” ujar salah satu Tim Pengabdian Mahasiswa UNRI, lainnya.
Pewarta : Nurjali
Editor:
Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
