
Pilkada di Kepri tidak lahirkan klaster baru COVID-19

Tanjungpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menegaskan penyelenggaraan pilkada tahun ini di wilayah tersebut tidak melahirkan klaster baru penularan COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kepri Bisri di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan penyelenggaraan pilkada di wilayah itu mengedepankan protokol kesehatan yang ketat sehingga tidak memproduksi pasien baru COVID-19.
"Pilkada sehat, saya rasa terwujud di Kepri. Seluruh penyelenggara pilkada mulai dari tingkat atas hingga TPS mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Ia memberi apresiasi kepada seluruh penyelenggara pilkada di Kepri yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat mulai saat pemungutan suara di TPS hingga rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat provinsi.
Penyelenggaraan pilkada berjalan dengan baik, tidak terjadi kerumunan massa, dan protokol kesehatan dilaksanakan secara konsisten.
"Saya pikir kekhawatiran sejumlah orang bahwa pilkada akan melahirkan pilkada klaster baru ternyata terbantahkan. Buktinya, tidak ada warga maupun penyelenggara pilkada yang tertular COVID-19 pasca-pemungutan suara," ucapnya.
Bisri mengatakan peningkatan pasien COVID-19 sejak Oktober-Desember 2020 terjadi bukan disebabkan oleh penyelenggaraan tahapan pilkada, melainkan aktivitas lainnya yang tidak menaati protokol kesehatan secara ketat.
Peningkatan jumlah pasien COVID-19 ini sudah diprediksi beberapa bulan lalu ketika dianalisis grafik penambahan pasien COVID-19 mulai Maret 2020 hingga sekarang.
"Kalau Maret-Agustus 2020 penambahan pasien COVID-19 masih landai, hanya berkisar 10-20 orang/hari, kemudian meningkat pada Oktober-Desember rata-rata 50-60 orang/hari," tuturnya.
Saat ini jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri mencapai 681 orang. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 6.052 orang dan meninggal dunia 172 orang.
"Total jumlah pasien COVID-19 di Kepri sejak Maret 2020 sampai sekarang 6.905 orang," katanya.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor:
Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
