Pasar tradisional di Batam ditata ulang saat PPKM Darurat
Selasa, 13 Juli 2021 20:43 WIB
Aktivitas pedagang dan pembeli di pasar tradisional Batam, pada hari pertama pemberlakuan PPKM Darurat, Senin (12/7). (ANTARA/Evy R. Syamsir)
Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menata ulang tata letak lapak pedagang di pasar tradisional agar tidak terjadi penumpukan pembeli dan penjual pada masa penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat.
"Kami menertibkan Pasar Tos 3.000. Sekarang sudah berjarak sekitar dua meter antarpedagang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Batam Gustian Riau di Batam, Selasa.
Ia mengatakan dengan pengaturan itu, semestinya tidak ada lagi kerumunan di pasar tradisional, demi menghindari potensi penularan COVID-19.
Pedagang pun telah diberikan edukasi perihal kewajiban mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Namun, ia mengingatkan, tidak hanya pedagang yang musti tertib, melainkan juga pembeli. "Juga diperlukan disiplin pembeli. Jangan hanya menyalahkan pedagang, kita sama, pembeli dan pedagang," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga meyakinkan ketersediaan bahan pokok untuk warga selama sebulan ke depan. Karenanya warga diminta tidak berbelanja dengan panik.
Pihaknya memasok ke 40 pasar tradisional memastikan ketersediaan bahan pangan di penjuru kota. "Insya Allah tidak ada masalah dalam satu bulan ke depan. Masyarakat Batam jangan khawatir terhadap kebutuhan bahan pokok," kata dia.
Ia juga telah berkoordinasi dengan distributor, demi memastikan tidak ada kendala distribusi bahan pokok ke pasar-pasar selama PPKM Darurat berjalan.
"Sudah menandatangani surat guna memudahkan mereka mengantar distribusi bahan pokok di Batam," kata dia.
"Kami menertibkan Pasar Tos 3.000. Sekarang sudah berjarak sekitar dua meter antarpedagang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Batam Gustian Riau di Batam, Selasa.
Ia mengatakan dengan pengaturan itu, semestinya tidak ada lagi kerumunan di pasar tradisional, demi menghindari potensi penularan COVID-19.
Pedagang pun telah diberikan edukasi perihal kewajiban mematuhi protokol kesehatan COVID-19.
Namun, ia mengingatkan, tidak hanya pedagang yang musti tertib, melainkan juga pembeli. "Juga diperlukan disiplin pembeli. Jangan hanya menyalahkan pedagang, kita sama, pembeli dan pedagang," kata dia.
Dalam kesempatan itu, ia juga meyakinkan ketersediaan bahan pokok untuk warga selama sebulan ke depan. Karenanya warga diminta tidak berbelanja dengan panik.
Pihaknya memasok ke 40 pasar tradisional memastikan ketersediaan bahan pangan di penjuru kota. "Insya Allah tidak ada masalah dalam satu bulan ke depan. Masyarakat Batam jangan khawatir terhadap kebutuhan bahan pokok," kata dia.
Ia juga telah berkoordinasi dengan distributor, demi memastikan tidak ada kendala distribusi bahan pokok ke pasar-pasar selama PPKM Darurat berjalan.
"Sudah menandatangani surat guna memudahkan mereka mengantar distribusi bahan pokok di Batam," kata dia.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi VII DPR RI soroti wisman Singapura dan Malaysia belanja sembako di Batam
11 February 2026 9:04 WIB
Kapolda Kepri instruksi Satgas Pangan pantau ketersediaan bahan pokok penting
08 January 2026 10:15 WIB
Pemkot Batam salurkan 52.500 paket sembako bersubsidi jelang Natal dan Tahun baru
10 December 2025 12:18 WIB
DPRD Batam minta pemda perkuat pasokan kebutuhan pokok jelang akhir tahun
04 December 2025 15:49 WIB
Pemkot Batam tambah stok sembako dari Lombok antisipasi dampak bencana di Sumatera
03 December 2025 15:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
BI Kepri siapkan Rp2,9 triliun uang kartal untuk momen Ramadhan dan Idul Fitri 2026
13 February 2026 17:54 WIB
Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 13 Februari naik, tembus Rp3 juta/ gram
13 February 2026 8:36 WIB