Batam (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Riau mengimbau jajaran aparatur sipil negara (ASN( agar tetap profesional menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024, menyusul maraknya sikap dukung-mendukung di tengah masyarakat.
"Hari ini, sudah mulai siapa ingin mendukung. Masyarakat silakan mendukung, tapi ASN jangan. Jangan sampai masuk pada sikap mendukung seseorang, ada UU yang mengaturnya," kata anggota Bawaslu Kepri Said Abdullah Dahlawi, Senin.
Ia mengakui aura kompetisi menjelang Pilkada 2024 mulai terasa di Kepri. Warga menunjukkan rasa simpatik kepada tokoh tertentu yang akan didukung dalam Pilkada 2024.
Di media sosial, sejumlah masyarakat juga mendorong tokoh tertentu untuk maju dalam Pilkada 2024. Namun, pemilihan kepala daerah masih belum dimulai. Tahapannya saja baru akan dijalankan pada Juni 2022.
"Ini terlalu dini. Karena seseorang baru bisa dikatakan menjadi calon apabila sudah terdaftar dan ditetapkan sebagai calon oleh KPU. Sekarang belum satu pun," kata dia.
Meski begitu,katanya, netralitas ASN sudah harus dimulai sejak dini. ASN harus bersikap profesional, meskipun bekerja dengan kepala daerah yang disebut-sebut akan maju dalam Pilkada 2024.
"ASN agar tidak masuk ke dalam sikap partisan secara politik, bersikap profesional," kata dia.
Dalam bertindak, ujar dia, ASN tetap harus dalam koridor melayani kepentingan masyarakat, dengan lembaga yang dipimpin oleh kepala daerah.
"Jangan lari dari rel itu," kata dia.
Pada kesempatan itu, Said menilai hingga saat ini tidak melihat upaya kampanye hitam, meski pernyataan dukung-mendukung sudah ramai.
"Belum sampai ke arah itu, karena belum ada calon juga," kata dia.
Jelang Pilkada 2024 ASN diminta jaga netralitas
Selasa, 1 Maret 2022 15:44 WIB
Anggota Bawaslu Kepri Said Abdullah Dahlawi. (ANTARA/ HO-dokumen pribadi)
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
TNI AU tambah 58 personel ke Natuna perkuat pangkalan udara di wilayah perbatasan
26 January 2026 14:56 WIB
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:09 WIB
Trump 'murka' ancam tarif 200 persen jika Marcon tak jadi Dewan Perdamaian Gaza
20 January 2026 14:30 WIB