Gajah bunting di Bengkalis mati karena racun
Rabu, 24 Agustus 2022 10:11 WIB
Petugas memeriksa bangkai gajah bunting yang ditemukan di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. (ANTARA/BBKSDA Riau)
Pekanbaru (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan bahwa hasil nekropsi dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan gajah bunting yang bangkainya ditemukan wilayah Kabupaten Bengkalis pada 24 Mei 2022 mati karena racun.
Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan kepada media di Pekanbaru, Rabu mengemukakan bahwa racun yang menyebabkan kematian gajah itu diduga berasal dari buah nanas.
Bangkai gajah bunting itu ditemukan di area konsesi PT Arara Abadi di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis.
Penanganan kasus kematian gajah tersebut diserahkan kepada kepolisian.
Kapolsek Pinggir Bengkalis Kompol Maitertika mengatakan,seorang pekerja menemukan bangkai gajah bunting itu dalam keadaan tubuh sudah berbau busuk dan mulut mengeluarkan darah pada 24 Mei 2022.
Genman menjelaskan, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Exploitasia bersama tim BBKSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru, Polsek Pinggir, dan perwakilan PT Arara Abadi sudah meninjau lokasi kematian gajah itu pada 23 Juli 2022.
Dalam kunjungan tersebut, semua sepakat untuk mendukung upaya terintegrasi untuk melindungi populasi gajah sumatera.
Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan kepada media di Pekanbaru, Rabu mengemukakan bahwa racun yang menyebabkan kematian gajah itu diduga berasal dari buah nanas.
Bangkai gajah bunting itu ditemukan di area konsesi PT Arara Abadi di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis.
Penanganan kasus kematian gajah tersebut diserahkan kepada kepolisian.
Kapolsek Pinggir Bengkalis Kompol Maitertika mengatakan,seorang pekerja menemukan bangkai gajah bunting itu dalam keadaan tubuh sudah berbau busuk dan mulut mengeluarkan darah pada 24 Mei 2022.
Genman menjelaskan, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indra Exploitasia bersama tim BBKSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah III Pekanbaru, Polsek Pinggir, dan perwakilan PT Arara Abadi sudah meninjau lokasi kematian gajah itu pada 23 Juli 2022.
Dalam kunjungan tersebut, semua sepakat untuk mendukung upaya terintegrasi untuk melindungi populasi gajah sumatera.
Pewarta : Frislidia
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus dugaan penendangan kucing hingga mati di Blora masuk ke tahap penyidikan
07 February 2026 15:33 WIB
KSOP Batam pastikan MV Oceanna 1 laik laut sebelum mati mesin di tengah laut
26 November 2025 9:42 WIB
Kejari Batam siap hadapi kasasi Kompol Satria Nanda yang divonis pidana mati
08 August 2025 7:05 WIB