Muktamar ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah digelar dalam dua tahap sidang
Jumat, 4 November 2022 17:57 WIB
Tangkapan layar - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti saat konferensi pers persiapan Muktamar ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah, Jumat (4/11/2022) di Jakarta. (FOTO ANTARA/Asep Firmansyah/Zoom-Muhammadiyah)
Jakarta (ANTARA) - Muktamar ke-48 Muhammadiyah Aisyiyah akan digelar dalam dua tahap sidang, yakni secara online (dalam jaringan/ daring) dan offline (luar jaringan/ luring).
"Muktamar secara luring dan daring ini pertama kali dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pertimbangannya karena memang kita masih dalam suasana pandemi COVID-19," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Jumat.
Mu'ti mengatakan pada tahap pertama secara daring akan digelar pada Sabtu (5/11) 2022, sementara puncaknya digelar pada Sabtu hingga (19-20/11) secara luring dengan pusat kegiatan di gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah.
Pada tahap pertama, agenda muktamar hanya mendengarkan tanggapan dari peserta muktamar atas materi yang telah disiapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Adapun isi dari materi muktamar ini meliputi laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2022, program Muhammadiyah 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan, serta Isu-isu Strategis Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal.
Mu'ti juga menyebut beberapa isu strategis yang nanti akan dibahas di tahap pertama Muktamar yaitu isu keumatan meliputi fenomena rezimentasi paham agama, membangun kesalehan digital, memperkuat persatuan umat, dan reformasi tata kelola filantropi Islam.
Lalu isu kebangsaan meliputi memperkuat ketahanan keluarga, reformasi sistem Pemilu, suksesi kepemimpinan 2024, evaluasi atas kebijakan deradikalisasi, memperkuat keadilan hukum, penataan ruang publik yang inklusif dan adil, memperkuat regulasi sistem resiliansi bencana, antisipasi penuaan populasi, dan memperkuat integrasi nasional.
Terakhir, isu kemanusiaan universal meliputi membangun tata dunia yang damai dan berkeadilan, regulasi dampak perubahan iklim, mengatasi kesenjangan antarnegara, dan menguatnya xenophobia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muhammadiyah gelar Muktamar ke-48 dalam dua tahap sidang
"Muktamar secara luring dan daring ini pertama kali dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pertimbangannya karena memang kita masih dalam suasana pandemi COVID-19," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam konferensi pers yang diikuti di Jakarta, Jumat.
Mu'ti mengatakan pada tahap pertama secara daring akan digelar pada Sabtu (5/11) 2022, sementara puncaknya digelar pada Sabtu hingga (19-20/11) secara luring dengan pusat kegiatan di gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah.
Pada tahap pertama, agenda muktamar hanya mendengarkan tanggapan dari peserta muktamar atas materi yang telah disiapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Adapun isi dari materi muktamar ini meliputi laporan Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2015-2022, program Muhammadiyah 2022-2027, Risalah Islam Berkemajuan, serta Isu-isu Strategis Keumatan, Kebangsaan dan Kemanusiaan Universal.
Mu'ti juga menyebut beberapa isu strategis yang nanti akan dibahas di tahap pertama Muktamar yaitu isu keumatan meliputi fenomena rezimentasi paham agama, membangun kesalehan digital, memperkuat persatuan umat, dan reformasi tata kelola filantropi Islam.
Lalu isu kebangsaan meliputi memperkuat ketahanan keluarga, reformasi sistem Pemilu, suksesi kepemimpinan 2024, evaluasi atas kebijakan deradikalisasi, memperkuat keadilan hukum, penataan ruang publik yang inklusif dan adil, memperkuat regulasi sistem resiliansi bencana, antisipasi penuaan populasi, dan memperkuat integrasi nasional.
Terakhir, isu kemanusiaan universal meliputi membangun tata dunia yang damai dan berkeadilan, regulasi dampak perubahan iklim, mengatasi kesenjangan antarnegara, dan menguatnya xenophobia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Muhammadiyah gelar Muktamar ke-48 dalam dua tahap sidang
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Muhammadiyah: Kesederhanaan Paus Fransiskus menunjukkan keteladanan
03 September 2024 10:59 WIB, 2024
Muhammadiyah tunjuk Muhadjir Effendi sebagai ketua tim pengelola tambang
28 July 2024 16:23 WIB, 2024
Muhammadiyah bantu evakuasi dan dan dirikan dapur umum bagi korban banjir di Demak
23 March 2024 18:32 WIB, 2024